Banjir Jakarta, Anies Baswedan Minta Warga Waspada Saja

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya meninjau Rumah Pompa Jati Pinggir 1, Jakarta Pusat, 25 Februari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya meninjau Rumah Pompa Jati Pinggir 1, Jakarta Pusat, 25 Februari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta warga ibu kota terus waspada karena hujan ekstrem diperkirakan masih terjadi hingga Maret mendatang. "Kami menghimbau semua masyarakat agar waspada saja. Kemudian kami butuh respon evakuasi yang cepat," kata Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Februari 2020.

    Anies mengatakan bakal berusaha mengendalikan air yang berada di sungai melalui mekanisme buka-tutup pintu air yang ada di Jakarta. Ia menuturkan pada banjir hari ini telah memeriksa pintu air Karet dan Manggarai. Kedua pintu air tersebut sempat menyentuh level siaga satu pada pagi hari dan berangsur surut hingga sore ini.

    Untuk terus memantau ketinggian Sungai Ciliwung dan sungai lainnya di Jakarta, Anies menyatakan telah membuat posko pemantauan di pintu air Manggarai. "Kami buka posko di pintu air Manggarai agar dekat dengan pos pemantauan. Kedua juga kami mudah berkumpul semuanya," sebut dia. 

    Di pintu air Manggarai, kata Anies, tadi pagi masuk siaga 1 dengan ketinggian air 965 cm. Jika hujan normal, kata dia, ketinggian air di Manggarai hanya 600 cm. "Ada kenaikan 3,6 meter ketinggian permukaan air. Sore ini sudah turun hingga 850 cm. Ini tanda positif Alhamdulillah," ujarnya.

    Selain itu, jumlah rukun warga yang tergenang juga sudah berkurang. Pada pagi hari ada 294 RW yang tergenang dengan ketinggian bervariasi. Lalu Selasa sore ini berkurang menjadi 236 RW.

    Anies menyatakan para korban banjir Jakarta saat ini mengungsi di 74 lokasi pengungsian. Jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 12.000-15.000 orang. "Jumlahnya tidak fix karena mereka datang dan pergi. Dinas Sosial menyiapkan makanan yang cukup untuk semuanya," tutur mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini. 

    Kemudian sebanyak 1.522 ruas jalan di ibu kota tergenang dengan ketinggian yang bervariasi. "Jalan yang tergenang 30 cm sudah tidak bisa dilewati," kata Anies Baswedan

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.