Bupati Sosialisasi Pulau Sebaru Lokasi Observasi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Husein Murad menyatakan warga Kepulauan Seribu siap menerima kedatangan warga negara Indonesia (WNI) yang akan diobservasi di Pulau Sebaru, Kelurahan Pulau Kelapa.

    "Tugas saya untuk menyosialisasikan kepada masyarakat. Dan semua nya telah paham untuk rencana observasi tersebut," kata Husein dihubungi Antara di Jakarta, Selasa, 26 Februari 2020.

    Husein mengatakan, dirinya bersama instansi teknis terkait, baru selesai melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

    Bupati terus mengimbau agar warga Kepulauan Seribu menerima mereka sebagai saudara, yang butuh dukungan dari seluruh warga negara di Indonesia.

    Sehari sebelumnya, Senin, 24 Februari 2020, Husein Murad juga mengumpulkan ratusan orang perangkat daerah di kantor Bupati dalam rangka sosialisasi program observasi 188 WNI terkait virus Corona di Pulau Sebaru.

    Menurut Husein Pulau Sebaru Kecil sudah dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah pusat dan dinilai paling tepat untuk tempat observasi.

    Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebutkan sebanyak 188 WNI bekerja di kapal pesiar World Dream akan diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

    Para WNI itu saat ini masih berada di perairan internasional dekat Bintan, Kepulauan Riau karena ditolak bersandar di seluruh negara termasuk Indonesia.

    Hasil pemeriksaan kesehatan ekstensif berikut suhu tubuh itu menunjukkan bahwa seluruh kru WNI terbebas dari virus corona Covid19, demikian pula seluruh penumpang yang telah meninggalkan kapal pada pelayaran terakhir 9 Februari 2020 dari Hong Kong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.