Banjir Surut, Seluruh Rute Transjakarta Kembali Layani Penumpang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus listrik dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang bakal diuji coba dalam Karnaval Langit Biru Jakarta terparkir di dekat Bundaran Senayan, Jakarta, Minggu, 27 Oktober 2019. TEMPO/Lani Diana

    Bus listrik dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang bakal diuji coba dalam Karnaval Langit Biru Jakarta terparkir di dekat Bundaran Senayan, Jakarta, Minggu, 27 Oktober 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelayanan bus transjakarta kembali beroperasi normal sejak Selasa malam pukul 19.30 setelah genangan air akibat banjir mulai surut.

    Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Nadia Diposanjoyo mengatakan, 13 koridor transjakarta kini dapat mengangkut penumpang usai banjir mulai surut.

    "Beberapa rute layanan yang sebelumnya mengalami gangguan kini sudah kembali melayani dengan normal serta beberapa modifikasi rute," kata Nadia dalam keterangan tertulisnya, 25 Februari 2020 .

    Menurut Nadia, rute perbatasan juga kembali melayani warga setelah kemarin sempat mengalami gangguan akibat banjir Jakarta. Warga yang hendak pulang ke perbatasan atau penyangga Jakarta pun bisa memakai bus transjakarta. Nadia mengingatkan agar penumpang berhati-hati mengingat kondisi cuaca yang kerap hujan belakangan ini.

    Bus Transjakarta yang sempat mengalami gangguan akibat banjir di lima kota Jakarta adalah Koridor 2 Pulogadung-Harmoni via Koridor 4 dan 5 serta Koridor 3 Kalideres-Pasar Baru via Tol Tomang. Transjakarta juga memperpendek sejumlah rute, yaitu Koridor 5 Kampung Melayu-Ancol haya sampai Halte Pal Putih, Koridor 8 Lebak Bulus-Harmoni hanya sampai Halte Ashidiqiyyah, serta Koridor 9 Pinang Ranti-Pluit yang hanya sampai Halte Grogol. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.