Penebangan Pohon di Monas, Tim KLHK Ambil Sampel Tanah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Asistensi Komisi Pengarah Medan Merdeka dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI memgambil sampel aspal bekas uji coba lintasan Formula E di kawasan Monas untuk dianalisis di Laboratorium ICCB (Indonesian Center Biodiversity and Biotechnology) Bogor. TEMPO/Kiki Astari

    Tim Asistensi Komisi Pengarah Medan Merdeka dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI memgambil sampel aspal bekas uji coba lintasan Formula E di kawasan Monas untuk dianalisis di Laboratorium ICCB (Indonesian Center Biodiversity and Biotechnology) Bogor. TEMPO/Kiki Astari

    TEMPO.CO, Jakarta -Tim Asistensi Komisi Pengarah Medan Merdeka dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK RI mengambil sampel berupa tanah, rumput, beberapa pohon dan lain sebagainya di kawasan Monas. Sampel tersebut akan dianalisis di laboratorium ICCB (Indonesian Center Biodiversity and Biotechnology) Bogor.

    Ketua Tim Asistensi Komisi Pengarah Medan Merdeka dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Bambang Hero mengatakan hal tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengrusakan akibat dari penebangan yang dilakukan."(Menganalisis) benarkah akibat dari penebangan itu nanti telah mengakibatkan perusakan," ujar Bambang di Monas, pada Rabu, 26 Februari 2020.

    Bambang mengatakan setelah pengambilan sampel pada hari ini, tim Asistensi akan membuat berita acara pengambilan sampel untuk kemudian dibawa ke laboratorium untuk dilakukan analisis. "Itu sampel kita analisis di sana," ujarnya.

    Lebih jauh, Bambang menjelaskan bahwa nantinya hasil analisa laboratorium akan menunjukkan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah dilakukan penebangan. Maka dari itu, ia dan tim mengambil sampel di beberapa titik di Monas. Di antaranya di wilayah PAM, Tembesi, area bekas kandang rusa, dan bekas pohon beringin.

    Hasil analisis laboratorium atas sampel di kawasan Monas tersebut, kata dia, akan diserahkan ke Komisi Pengarah untuk ditindaklanjuti. Mengenai target, Bambang mengatakan kemungkinan hasil akan keluar dalam waktu kurang dari satu bulan. "Mungkin tidak sampai satu bulan sudah keluar hasilnya," ujar Bambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.