Banjir Jakarta, Air Menggenang di Trotoar Dekat Stasiun MRT

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayangan penyandang disabilitas saat melintas menggunakan kursi roda usai memarkirkan kendaraan khusus miliknya pada saat peresmian area parkir khusus kendaraan penyandang disabilitas di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2020. Fasilitas area parkir tersebut dibuat guna memudahkan penyandang disabilitas memarkirkan kendaraan khususnya sebelum beralih ke moda transportasi umum lainnya, salah satunya moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Bayangan penyandang disabilitas saat melintas menggunakan kursi roda usai memarkirkan kendaraan khusus miliknya pada saat peresmian area parkir khusus kendaraan penyandang disabilitas di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2020. Fasilitas area parkir tersebut dibuat guna memudahkan penyandang disabilitas memarkirkan kendaraan khususnya sebelum beralih ke moda transportasi umum lainnya, salah satunya moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta Muhammad Effendi mengatakan, trotoar di sekitar tiga stasiun MRT sempat tergenang air pasca hujan deras. Salah satunya di Stasiun Senayan.

    Genangan, menurut Effendi, muncul karena air dari kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalir ke depan gedung, kemudian menggenangi trotoar. Di sekitar trotoar itulah salah satu pintu masuk dan keluar Stasiun Senayan berdiri.

    "Kalau kemarin hampir masuk stasiun MRT. Keluar pintu gerbang, mereka (air dari Kemendikbud) langsung mengalir ke tempat kami," kata Effendi di Gedung A Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Februari 2020.

    Dia menuturkan, air tak sampai masuk ke dalam stasiun. Adapun penyebab air menggenang di trotoar lantaran gedung Kemendikbud tak dilengkapi dengan alat penyaring air alias water trap.

    Alat ini, Effendi menjelaskan, berfungsi menangkap air ketika hujan turun. Dengan begitu, air tak mengalir keluar gedung dan menggenangi trotoar.

    PT MRT Jakarta telah meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI dan Wali Kota Jakarta Pusat untuk memberitahukan ihwal masalah tersebut kepada Kemendikbud. Namun, pemerintah daerah menolak sehingga Effendi sendiri yang menyurati Kemendikbud.

    "Saya minta tata air (Dinas SDA) dan Wali Kota, waduh sensitif karena (pemerintah) pusat. Jadi saya kirim sendiri," ucap dia.

    Tak hanya di Senayan, dia menambahkan, air juga menggenang di trotoar sekitar Stasiun Istora dan Setiabudi. Lantaran tinggi trotoar lebih rendah ketimbang jalan raya. Alhasil, air tak bisa mengalir ke jalan dan tersumbat di trotoar. "Kalau pedestriannya tidak rendah, air bisa lewat aja," ujar Effendi.

    Menurut dia, persoalan genangan di tiga stasiun kini sudah beres. "Sudah kami perbaiki drainasenya, kami tambahkan sumur resapan, lalu kami kerja sama dengan gedung-gedung sekitar," lanjut dia.

    Banjir melanda Jakarta sejak 1 Januari 2020. Hujan deras masih berlangsung hingga Februari ini. Setelah hujan, banjir kemudian muncul merata di sejumlah titik di lima kota Jakarta. Terakhir kali banjir terjadi pada 23 dan 25 Februari. Banjir telah melumpuhkan akses jalan raya, jalan tol, hingga pelayanan transportasi publik seperti kereta dan bus transjakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.