Kata Wali Kota Soal Proyek Kereta Cepat dan Sebab Banjir Bekasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dan jajaran Dirjen SDA Provinsi Jawa Barat di sela melakukan peletakan batu pertama pembangunan waduk, situ dan saluran air multifungsi destinasi wisata air juara di Bekasi, Rabu, 25 September 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dan jajaran Dirjen SDA Provinsi Jawa Barat di sela melakukan peletakan batu pertama pembangunan waduk, situ dan saluran air multifungsi destinasi wisata air juara di Bekasi, Rabu, 25 September 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi berkirim surat kepada pemerintah pusat supaya proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCIC tidak menganggu saluran air di bawah jalan tol Jakarta-Cikampek. Proyek strategis nasional ini disebut bagian dari penyumbang banjir beberapa kali di wilayahnya.

    "Waktu saya dipanggil Presiden (awal Januari 2020), lagi ngecek siphon (saluran air di bawah jalan tol)," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada Kamis, 27 Februari 2020.

    Data pemerintah daerah, di Kota Bekasi ada 13 saluran air di bawah Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai dari Bekasi Timur sampai perbatasan dengan DKI Jakarta. Saluran ini mengalirkan air dari wilayah selatan menuju ke utara.

     Suasana proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung saat ditinjau oleh Presiden Joko Widodo di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 12 Desember 2019. Presiden menyatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT akan selesai pada tahun 2021. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    "Sekarang bikin surat lagi, jangan sampai kereta cepat itu mengganggu siphon-siphon kita yang dari selatan ke (utara) mampet," kata Rahmat.

    Ia mencontohkan, saluran air di bawah jalan tol di wilayah Pekayon, Bekasi Selatan kapasitasnya berkurang hingga separuhnya dari semula sekitar 2,5 meter karena terkena dampak pembangunan tiang jalur kereta. Adanya proyek itu, perumahan seperti Taman Cikas, Pondok Timur Mas banjir.

    "Kalau di Cikas itu sudah separuh, karena enggak ada tempat lagi, kan mereka gali, (pasang) sheet pile, (saluran) keurug," kata Rahmat.

    Dalam suratnya, pemerintah daerah memberikan rekomendasi, supaya penggarap proyek strategis nasional (PSN) tersebut yaitu PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) . "Boleh gali, boleh kerjain, ya mbok habis dikerjain digeser, karena dia punya alat berat, jadi jangan sampai mengganggu. Jangan sampai menutup saluran," kata Rahmat.

    Menurut dia, kondisi saluran di bawah jalan tol telah mengalami sedimentasi cukup tebal. Sebab, sejak dibangun jalan tol pada tahun 80-an belum pernah dinormalisasi. "Kalau ditambah persoalan itu kan tambah parah," kata Rahmat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.