RSPI Sulianti Saroso Sudah Isolasi 24 Pasien Suspect Virus Corona

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan berjaga di depan ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. RSPI itu menyiapkan 11 kamar ruang isolasi ketat untuk mengantisipasi pasien 'suspect' virus corona. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menunjuk sedikitnya 100 rumah sakit se-Indonesia untuk siaga terhadap penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. ANTARA

    Petugas keamanan berjaga di depan ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. RSPI itu menyiapkan 11 kamar ruang isolasi ketat untuk mengantisipasi pasien 'suspect' virus corona. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menunjuk sedikitnya 100 rumah sakit se-Indonesia untuk siaga terhadap penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara telah merawat 24 pasien diduga terinfeksi virus corona (COVID-19). Direktur Utama RSPI Mohammad Syahril mengatakan, 21 di antaranya dinyatakan negatif corona. Mereka adalah pasien rujukan dari rumah sakit swasta di Jakarta.

    "Jadi kami sampai saat ini total sudah 24 orang, 21 sudah dipulangkan dan hasilnya negatif. Yang 3 masih dirawat lagi menunggu hasil pemeriksaan," kata Syahril saat dihubungi Tempo, Jumat, 28 Februari 2020.

    Menurut Syaril, 24 pasien itu mengalami gejala terinfeksi corona. Gejala itu, seperti demam tinggi, batuk, pilek, hingga beberapa orang sesak napas. Salah satu syarat harus diisolasi bahwa pasien pernah berkunjung ke negara wabah corona setidaknya 14 hari sebelum gejala muncul. Misalnya, baru saja pulang dari Cina, Singapura, atau Thailand.

    Syahril menjelaskan ketiga pasien masih dalam tahap pemeriksaan. Mereka harus menjalani dua kali pemeriksaan laboratorium. Dokter RSPI Sulianti Saroso terlebih dulu mengambil sampel dari pasien. Sampel itu kemudian dikirimkan ke bagian penelitian dan pengembangan alias litbang kesehatan yang ada di Jakarta.

    Pemeriksaan pertama terdiri dari empat uji lab, yakni mengecek hapusan tenggorokan, hidung, dahak, dan serum darah. Sementara pemeriksaan kedua menguji aspek yang sama tanpa serum darah.

    "Sudah ada hasil pertama negatif, tinggal tunggu yang kedua," ucap Syahril. "Kalau begitu hasilnya negatif kemudian keadaannya baik, tidak batuk dan demam lagi, dipulangkan, sehat dia."

    Sebelumnya, hingga 29 Januari 2020, ada dua pasien diduga terinfeksi virus corona yang diisolasi di RSPI. Hasil pemeriksaan keduanya menunjukkan negatif terkena virus yang berasal dari Cina itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.