IDI Sebut 116 Kasus Suspek Virus Corona di Indonesia Negatif

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Moh Adib Khumaidi saat memaparkan mengenai isu virus corona di Indonesia, Sabtu, 29 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Moh Adib Khumaidi saat memaparkan mengenai isu virus corona di Indonesia, Sabtu, 29 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia atau PB IDI Moh Adib Khumaidi mengatakan sampai 20 Februari 2020, pihaknya menerima laporan dugaan virus corona atau COVID-19 sebanyak 116 kasus. Namun saat dicek secara komprehensif, seluruh terduga corona virus itu negatif. 

    "Kenyataannya, yang terkonfirmasi (positif corona) belum ada," ujar Adib di Hotel Shangri-la, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Februari 2020. 

    Meskipun begitu, dia mengatakan masyarakat tetap harus khawatir dan was-was terhadap virus ini. Sebab, dengan begitu masyarakat tetap akan waspada terhadap virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu. 

    Apa lagi, kata Adib, secara geografis Indonesia termasuk negara yang berisiko karena memiliki banyak pintu masuk dari negara luar. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah dan masyarakat untuk tidak lalai. 

    "Jadi pada prinsipnya kita tak boleh panik, tapi tetap waspada," ujar dia. 

    Per Jumat, 28 Februari 2020, virus corona COVID-19 sudah menyebabkan 2.858 orang, mayoritas di Cina--asal virus--meninggal. Sedang jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 83.079 di sekitar 53 negara di dunia, dengan penambahan jumlah kasus terkonfirmasi lebih dari dua ribu per hari belakangan ini.

    Meskipun begitu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyatakan Indonesia sampai saat ini terbebas dari virus corona. Walaupun di negara tetangga seperti Singapura dan Filipina ditemukan pasien positif corona. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara