Layani 3 Juta Penduduk, Polres Metro Jaktim Kekurangan Penyidik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers terkait perusakan AEON Mall di Polres Metro Jakarta Timur, Rabu, 26 Februari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Konferensi pers terkait perusakan AEON Mall di Polres Metro Jakarta Timur, Rabu, 26 Februari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengemukakan hingga saat ini masih kekurangan personel penyidik sehingga penanganan perkara di wilayah hukum itu belum ideal.

    "Saat ini ada 600 penyidik di Polres maupun Polsek di Jaktim harus melayani sekitar tiga juta penduduk Jaktim," katanya di Jakarta, Sabtu, 29 Februari 2020. Situasi tersebut, kata Hery, jauh melampaui komposisi ideal tugas tim penyidik.

    Idealnya satu penyidik menangani 250 orang, tapi yang terjadi saat ini satu penyidik mengawasi 1.875 warga di Jaktim. "Saat ini jumlah penyidik di masing-masing Polsek bervariasi. Misalnya di Polsek Ciracas hanya sepuluh orang, ada juga yang paling banyak 20-an orang," katanya.

    Jumlah personel penyidik terbanyak saat ini masih dimiliki oleh Mapolrestro Jaktim sebanyak 80 orang, namun dengan penanganan perkara yang jauh lebih banyak. "Kami selama ini membagi kasus, kalau ringan, serahkan ke Polsek," katanya.

    Adapun tindak pidana yang ditangani Mapolrestro Jakarta Timur pada periode 2019 mencapai 2.244 kasus. Kasus yang mendominasi setiap tahunnya adalah penipuan, rata-rata mencapai 567 kasus per tahun.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bahayanya Sampah Laut Bagi Ekosistem

    Laut menyimpan banyak sekali manfaat. Namun, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan. Banyaknya Sampah Laut menjadi masalah besar sekarang ini.