21 Warga Bekasi Dipantau karena Virus Corona, Hasilnya Negatif

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan Kartu Indonesia Anak ketika diluncurkan pada akhir Desember 2018. TEMPO/Adi Warsono

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan Kartu Indonesia Anak ketika diluncurkan pada akhir Desember 2018. TEMPO/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat sempat melakukan pemantauan terhadap 21 warganya karena menunjukkan gejala sakit akibat virus corona. Tapi, setelah masa inkubasi selesai, mereka dinyatakan negatif.

    "Mudah-mudahan asma, di luar dari yang di khawatirkan oleh banyak orang," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pada Selasa, 3 Maret 2020.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, pihaknya baru saja selesai melakukan pemantauan terhadap 18 warganya. Tapi, hasilnya sudah dinyatakan negatif covid-19. "Jadi yang 18 orang tersebut tidak ada masalah," kata Tanti.

    Ia mengatakan, 18 warga Kota Bekasi tersebut sebagian pernah melakukan perjalanan ke luar negeri. "Ada yang melakukan perjalanan dan ada yang melakukan kontak langsung, tapi Alhamdulillah tidak terdapat pada dirinya," kata Tanti.

    Menurut dia, selama pemantauan ke-18 warga Kota Bekasi tersebut dikarantina di rumahnya. Mereka diminta tak melakukan interaksi dengan orang lain. "Kami yang datang langsung ke rumah untuk melakukan pengecekan selama 14 hari dengan alat pelindung diri lengkap," kata dia.

    Sebelum 18 orang itu, kata dia, ada 3 warga Kota Bekasi dalam pantauan virus corona. Tapi, setelah masa inkubasi selesai, mereka dinyatakan negatif, sehingga bisa melakukan aktivitas pada umumnya di luar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.