Sekolah Internasional Diliburkan, Dijaga Satpam Bermasker

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan menggunakan masker saat beraktivitas di RSPI Suliasti Saroso, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Dua pasien virus Corona itu sempat berinteraksi dengan WN Jepang yang sempat masuk ke wilayah Indonesia. WN Jepang itu diketahui positif virus Corona saat tiba di Malaysia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas keamanan menggunakan masker saat beraktivitas di RSPI Suliasti Saroso, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Dua pasien virus Corona itu sempat berinteraksi dengan WN Jepang yang sempat masuk ke wilayah Indonesia. WN Jepang itu diketahui positif virus Corona saat tiba di Malaysia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekolah internasional di kawasan Jakarta Selatan, diliburkan dari aktivitas belajar sejak Selasa, 3 Maret 2020. Kebijakan meliburkan para siswa diduga karena ada seorang karyawan di sekolah internasional tersebut berpotensi terpapar virus corona.

    Pantauan Tempo dua gerbang sekolah setinggi dua meter ditutup rapat. Di depan gerbang hanya ada dua petugas sekuriti yang berjaga di posko keamanan sekolah. "Ditutup sejak kemarin," kata seorang petugas yang ditemui di posko keamanan depan sekolah internasional itu pada Rabu, 4 Maret 2020.

    Seluruh petugas keamanan di lingkungan sekolah tersebut seluruhnya menggunakan masker. Selain satu dua orang petugas yang berjaga di posko keamanan, ada seorang petugas keamanan lain yang berjalan dan mengawasi kondisi luar sekolah. "Yang masuk memang hanya petugas keamanan saja."

    Kepala Seksi Kesiswaan dan Sumber Belajar Dinas Pendidikan DKI Jakarta Momon Sulaeman membenarkan bahwa sekolah internasional itu diliburkan karena diduga seorang gurunya mengalami gejala terpapar virus corona.

    "Katanya dengar-dengar ada gejala-gejala, mau diperiksa oleh petugas kesehatan. Begitu saja informasinya," kata saat dihubungi, Selasa, 3 Maret 2020.

    Dinas Pendidikan telah menerima surat yang dikeluarkan sekolah itu pada 2 Maret 2020.  Sekolah diliburkan hingga 14 hari. Tempo belum mendapat konfirmasi dari pihak sekolah tersebut.

    Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali setuju dan membenarkan tindakan meliburkan siswa dan pegawai oleh sebuah sekolah internasional di wilayah Pasar Minggu terkait virus Corona COVID-19.

    "Mekanismenya sudah benar, terkait dengan tanggap itu," kata Marullah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

    Marullah mengaku belum mendapatkan informasi terkait guru yang terindikasi suspect Corona di sekolah internasional tersebut. Namun, ia optimistis jika laporan tersebut diterima, Kementerian Kesehatan akan memberikan prosedur tetap tertentu untuk mencegah penyebarannya.

    "Biasanya kalau kondisinya seperti itu Kemenkes sudah berikan sejumlah prosedur tetap,"  katanya.

    Untuk mencegah penyebaran virus Corona di wilayahnya, Marullah mengatakan langkah-langkah yang dilakukan tidak jauh dari arahan dan instruksi yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta. "Pokoknya apa yang disampaikan gubernur kita lakukan," kata Marullah.

    LANI DIANA | ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.