2 Pasien Positif Corona Bisa Pulang Pekan Depan, jika..

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof DR Sulianti Saroso. Dok.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof DR Sulianti Saroso. Dok.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan akan dilakukan observasi lanjutan pada dua pasien positif corona. Menurut dia pemeriksaan keduanya menunggu hasil laboratorium di hari kelima atau besok. Untuk kemudian diobservasi lagi kondisinya dalam lima hari ke depan.

    "Kemudian (kalau dalam) lima hari (hasilnya) negatif, baru dia dipulangkan. Jadi tetap laboratorium sebagai parameter untuk memulangkan pasien tersebut," ujar Syahril di RSPI Sulianti Saroso, pada Rabu, 4 Maret 2020.

    Diberitakan sebelumnya, dua pasien positif corona ibu dan anak menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso. Syahril mengatakan kondisi kedua pasien terjangkit tersebut berangsur membaik. “Sampai sekarang yang dua ini semakin membaik. Demam sudah tidak ada, batuk juga berkurang jauh dan mereka bisa berkomunikasi dengan baik,” katanya dikutip dari Antara.

    Dokter RSPI Sulianti Saroso, Pompini Agustina, mengatakan perawatan pasien dalam pengawasan disesuaikan dengan keadaan pasien. "Kalau demam, kita kasih obat penurun panas. Kalau dia batuk, kita kasih obat batuk. Kemudian (diberi) makanan bergizi, maka kondisi pasien akan lebih baik," ujar Pompini.

    Pompini mengatakan pasien ibu dan anak yang dinyatakan positif corona merupakan kasus yang ringan. Rumah sakit, kata dia, menunggu hasil pemeriksaan setelah lima hari pasca dinyatakan positif. "Kalau hasilnya negatif, setelah 24 jam kita akan periksa lagi. Kalau negatif berarti sudah dinyatakan sembuh," ujarnya.

    Dalam menangani pasien dalam pengawasan, Syahril mengatakan fasilitas yang disediakan dibuat senyaman mungkin. Di antaranya dengan adanya AC dan TV di ruangan. Pasien pun masih diperbolehkan untuk berkomunikasi. "Tapi sekali lagi, yang namanya orang sakit dan dalam isolasi tidak senyaman kalau kita di luar seperti ini," ujarnya.

    Ia mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan penelusuran mengenai siapa saja yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif corona oleh Dinas Kesehatan yang ada di wilayahnya. "Sedang ditracking sampai sejauh mana dia berkontak dengan masyarakat, tetangga,"

    Lebih jauh, Syahril mengatakan bahwa penyebaran virus corona ini terjadi melalui kontak fisik. Maka dari itu, ia mengimbau agar masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif corona untuk memeriksakan dirinya.

    KIKI ASTARI | MARTHA WARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara