Guru Sekolah dengan Gejala Corona Disidik Epidemiologi, Sebab...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai sekolah melakukan pengecekan suhu badan siswa dengan thermometer sebagai upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. Kegiatan tersebut sebagai upaya penyuluhan penyebab, gejala dan langkah pencegahan virus Corona atau Covid-19 bagi siswa. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pegawai sekolah melakukan pengecekan suhu badan siswa dengan thermometer sebagai upaya pencegahan virus Corona atau Covid-19 di Sekolah Tunas Global, Depok, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. Kegiatan tersebut sebagai upaya penyuluhan penyebab, gejala dan langkah pencegahan virus Corona atau Covid-19 bagi siswa. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang guru yang diduga memiliki gejala terjangkit virus Corona di salah satu sekolah internasional di Jakarta Selatan saat ini diperiksa penyidikan epidemiologi secara intensif.

    "Apapun rumornya yang jadi laporan kita harus respon, kami punya tim kecamatan yang akan diturunkan untuk lakukan penyidikan epidemiologi," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2020.

    Penyidikan epidemiologi untuk menyelidiki pola kesehatan dan penyakit serta faktor yang terkait di tingkat populasi tersebut, kata Widyastuti, dilakukan secara detil dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

    "Kalau memang harus dilakukan perawatan, kalau memang harus dilakukan observasi tentunya akan dilakukan," kata Widyastuti.

    Sebuah sekolah internasional di wilayah Jakarta Selatan meliburkan siswa dan pegawainya selama 14 hari sejak Selasa 2 Maret 2020.

    Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menyatakan  persetujuan dan membenarkan tindakan meliburkan siswa dan pegawai oleh salah satu sekolah di wilayah Pasar Minggu terkait ancaman wabah virus Corona alias COVID-19.

    "Mekanismenya sudah benar, terkait dengan tanggap itu," kata Marullah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 4 Maret 2020 soal peliburan karena diduga salah satu guru punya gejala terpapar virus Corona.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara