Ada Wabah Virus Corona, Pemprov DKI Tetap Gelar Car Free Day

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan Bundaran HI diramaikan dengan warga yang bersepeda saat Car Free Day di Jakarta, Ahad, 9 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kawasan Bundaran HI diramaikan dengan warga yang bersepeda saat Car Free Day di Jakarta, Ahad, 9 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan pemerintah akan tetap menyelenggarakan car free day atau hari bebas kendaraan di tengah upaya mencegah penyebaran virus Corona. Menurut dia, pemerintah tetap menyelenggarakan hari bebas kendaraan setiap Ahad untuk memperbaiki kualitas udara.

    "Kemudian ada ruang publik di sana yang bisa dimanfaatkan untuk olahraga," kata Syafrin di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 6 Maret 2020.

    Sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta menutup sementara layanan perizinan yang berpotensi menimbulkan keramaian. Langkah itu ditempuh untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

    Syafrin menyebut perizinan mengumpulkan massa akan tetap dijalankan. Pemerintah pun menghentikan sementara kegiatan mengumpulkan massa saat car free day (CFD). "Saat CFD tidak boleh ada kegiatan yang mengumpulkan massa," sebut dia.

    Masyarakat, lanjut dia, masih tetap diperbolehkan memanfaatkan Jalan Jenderal Sudirman - MH. Thamrin untuk berolahraga sejak pukul 06.00 - 11.00 WIB. Untuk mendeteksi dan mencegah potensi penularan virus Corona, Dishub telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dengan menyediakan pemeriksaan suhu tubuh di beberapa lokasi seperti Bundaran HI, Sarinah, Bundaran Air Mancur, Duku Atas, Ratu Plaza, dan Taman Budaya.

    "Di tempat itu ada petugas Dinkes melakukan sosialisasi dan pemeriksaan suhu dengan thermal gun," ujarnya.

    Hingga Kamis, 5 Maret 2020 pukul 18.00 WIB, jumlah pasien dengan status diawasi karena potensi Corona mencapai 34 orang atau meningkat dua orang dari pukul 08.00 WIB di hari yang sama. Bidang Sumber Daya Kesehatan Ani Ruspitawati mengatakan pasien yang berstatus diawasi masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

    "Sebanyak 49 orang lainnya yang berstatus diawasi sudah bisa pulang ke rumah karena dianggap sehat dan negatif Covid 19," kata Ani di Balai Kota DKI, Jumat, 6 Maret 2020.

    Selain yang diawasi, Tim Tanggap COVID-19 DKI telah memantau 267 orang karena berpotensi terpapar virus Corona. Dari jumlah tersebut sebanyak 127 orang di antaranya masih berstatus dipantau dan sisanya 140 orang sudah melalui masa pemantauan.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.