Klarifikasi Ujaran Banjir, Saefullah: Saya dari Lahir Udah Banjir

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah DKI Saefullah saat memaparkan rencana revitalisasi Monas  di Balai Kota, Jumat 24 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Sekretaris Daerah DKI Saefullah saat memaparkan rencana revitalisasi Monas di Balai Kota, Jumat 24 Januari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menceritakan kronologis ihwal pernyataannya soal menikmati banjir. Saat itu, Saefullah meyebut, wartawan menanyakan kepada dirinya apakah sedang lelah.

    Pertanyaan ini dilontarkan usai Saefullah melantik sekitar 3.080 calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjadi PNS di Balai Kota, Jakarta Pusat pada Rabu, 26 Februari 2020. Selesai pelantikan, awak media mendatanginya untuk melakukan sesi tanya jawab alias doorstop.

    "Selesai, saya di doorstop. Wartawan-wartawan, 'Pak capek sekali ya.' Iya nih belum sempet makan udah jam 14.00. 'Jadi capek, ya pak.' Iya capek tapi saya nikmati aja," demikian Saefullah menirukan sesi doorstop soal banjir itu di Auditorium SMA Bakti Mulya 400, Jakarta Selatan, Sabtu, 7 Maret 2020.

    Warga menggunakan perahu karet saat melintasi banjir yang melanda kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, Rabu, 26 Februari 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Saefullah melanjutkan curhatannya. Dia mengutarakan ada yang melontarkan sumpah serapah kepada dirinya agar merasakan kebanjiran. Dia berujar sudah mengalami banjir sedari lahir.

    "Saya dari lahir udah banjir. Lahir banjir, SD banjir, SMP itu hampir setiap hari saya menempuh jalan 11 kilometer dalam lumpur. Di mana? Di pinggiran Jakarta," kata dia.

    Sebelumnya, Saefullah menyatakan, banjir tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tapi juga menerjang beberapa wilayah pulau Jawa. Dia berujar agar kondisi tersebut dinikmati saja, namun tetap diupayakan antisipasi dan menajemen banjir dengan baik.

    "Jadi (banjir) dinikmati saja, itu soal manajemen. Tubuh kita dua per tiga persen air, sering keluar air, di kepala di mata, harus ada manajemennya," ujar pria asli Betawi itu berseloroh di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu 26 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.