Wabah Virus Corona, Jakpro Pertimbangkan Penundaan Formula E

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambaran sirkuit Formula E di kawasan Monumen Nasional ditampilkan saat media briefing oleh PT Jakarta Propertindo di Hotel Novotel, Jakarta Pusat pada Jumat, 14 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Gambaran sirkuit Formula E di kawasan Monumen Nasional ditampilkan saat media briefing oleh PT Jakarta Propertindo di Hotel Novotel, Jakarta Pusat pada Jumat, 14 Januari 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jakarta Propertindo masih mempertimbangkan penundaan ajang balapan Formula E di kawasan Monas di tengah wabah virus Corona. Jakarta dijadwalkan menjadi tuan rumah lomba mobil listrik itu pada 6 Juni 2020.

    Deputi Direktur Komunikasi Formula E, Hilbram Dunar, mengatakan masih berkoordinasi dengan semua pihak untuk membahas penyelenggaraan Formula E. "Tentu yang jadi perhatian utama kami adalah kesehatan masyarakat," kata Hilbram melalui pesan singkat, Selasa, 10 Maret 2020.

    Ia menyebut penyelenggara masih terus memantau perkembangan dari penanggulangan wabah Covid-19. Panitia, kata dia, hingga saat ini masih terus menerima masukan dari berbagai pihak tentang lomba Formula E. "Terus kami pantau," ujarnya.

    Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, sudah meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan rencana penyelenggaraan balap Formula E. Menurut dia, keamanan warga lebih penting agar tak terinfeksi virus asal Wuhan, Cina ini. "Untuk amannya Jakarta, Indonesia, itu (Formula E) harus dihentikan dulu," kata Prasetio beberapa waktu lalu. 

    Politikus PDIP ini menuturkan pembalap internasional Formula E yang akan hadir di Jakarta hanya berkisar 60 orang. Akan tetapi, ada juga tim mekanik yang akan diboyong dengan jumlah hingga ratusan orang. "Kami enggak tahu dia kena atau enggaknya," ujar dia.

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.