Polisi Bogor Tangkap 14 Pelaku Pengedar Narkoba

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polda Metro Jaya merilis penangkapan tersangka penyelundupan narkoba jenis sabu cair dalam bola mainan pada Senin, 3 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Polda Metro Jaya merilis penangkapan tersangka penyelundupan narkoba jenis sabu cair dalam bola mainan pada Senin, 3 Februari 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Bogor - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Bogor sukses mengungkap jaringan pengedar Narkoba. Polisi menangkap 14 orang yang mengedarkan Narkoba berbagai jenis ke masyarakat. 

    Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy, mengatakan para pelaku mengedarkan barang haram seperti tembakau sintetis, sabu-sabu, dan berbagai pil. "Semua itu ada 13 kasus dan berhasil diungkap dalam waktu 12 hari, dengan jumlah tersangka 14 orang," ucap Roland di Mapolres Bogor, Selasa, 10 Maret 2020.

    Selain itu pelaku juga ada yang mengedarkan Narkoba dengan menggunakan senjata tajam. Roland menyebut penyalahgunaan narkotika yang berhubungan dengan jaringan pencurian kendaraan bermotor berhasil diungkap di 60 tempat kejadian perkara di wilayah hukum Polres Bogor.

    "Pelaku penyalahgunaan ini saat digerebek sempat menyerang petugas dan membahayakan. Sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,"  kata Roland.

    Dari 14 tersangka polisi menyita barang bukti 5,22 kilogram tembakau sintetis, tiga bungkus narkotika langka jenis Key atau Magic Drug. Lalu 507,72 gram sabu-sabu, 210 butir obat jenis tramadol, 588 butir Trihexpenidyl dan 514 butir Hexymer. Tak hanya itu, dari tersangka yang melawan polisi diamankan sebuah golok dan satu senjata api rakitan jenis revolver.

    Akibat perbuatannya, para tersangka kini ditahan dan dijerat pasal 113, 114, 111 dan 112 Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 8-15 tahun penjara dan maksimal penjara seumur hidup.

    Para tersangka pengedar Narkoba ini juga dijerat dengan pasal 196 dan 197 Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. "Hukumannya itu maksimal 15 tahun, dengan denda 1,5 milyar," tutur Roland.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.