Anies Beri Insentif Tenaga Medis yang Bantu Tangani Virus Corona

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, 5 Maret 2020. ANTARA

    Petugas berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, 5 Maret 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bakal memberi insentif tambahan Rp 215 ribu per hari tenaga medis di Pemerintahan Provinsi DKI, yang terlibat dalam penanggulangan wabah virus corona.

    "Akan diberikan kepada semua (petugas kesehatan yang terlibat menanggulangi wabah virus corona)," kata Anies di Balai Kota DKI, Senin, 16 Maret 2020.

    Menurut Anies, para tenaga medis penting diberikan insentif karena mereka berhadapan dengan beban yang berat. Jumlah orang yang datang untuk mendapatkan pelayanan, kata dia, terus meningkat secara signifikan dan tenaga serta pikiran mereka harus diberikan cukup besar dalam menanggulangi wabah ini.

    "Bukan hari ini saja. Sesungguhnya selama dua bulan terakhir ini sudah cukup intensif," ucapnya.

    Pemberian insentif, kata mantan Rektor Universitas Paramadina ini, sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 78/PMK.02.2019 tentang biaya standar masukan tahun 2020. Selain itu, insentif ini juga sejalan dengan Peraturan Gubernur nomor 22 tahun 2016 tentang standar biaya.

    "Angka Rp 215 ribu per hari per orang, adalah angka tertinggi yang boleh diberikan. Dan kami memberikan dalam angka yang tertinggi sebagai wujud penghormatan kami kepada tim medis dan semua pribadi-pribadi yang terlibat di dalam penanganan covid-19 di Jakarta."

    Menurut Anies, pekerjaan tenaga medis saat ini tidak hanya berat, tapi juga menghadapi tantangan penularan virus Corona. "Bahkan seperti yang kami sampaikan kemarin sebagian (tenaga medis) pun sudah dalam kenyataan terpapar covid-19," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.