Cegah Corona, RSUP Persahabatan Wacanakan Konpers Virtual

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah dan juru cicara Tim Dokter Pasien Covid-19 RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, saat tanya jawab dengan media di RSUP Persahabatan, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/Lani Diana

    Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah dan juru cicara Tim Dokter Pasien Covid-19 RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, saat tanya jawab dengan media di RSUP Persahabatan, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Rita Rogayah mewacanakan instansinya akan menggelar konferensi pers melalui video secara virtual untuk mengurangi potensi penyebaran virus corona. Rumah sakit itu merupakan salah satu tempat rujukan yang menampung pasien positif atau ODP COVID-19 di Ibu Kota sehingga kerap menyampaikan perkembangan informasi.

    "Yang penting nanti kalau ada pertanyaan ditampung, kami akan jawab. Mungkin akan lebih baik seperti itu," kata Rita di kantornya, Senin, 16 Maret 2020.

    Menurut Rita, konferensi pers virtual akan lebih baik karena orang yang positif corona belum tentu menyadari status kesehatannya sehingga berpotensi menularkan. Dari pengalamannya merawat pasien positif COVID-19, Rita berujar banyak di antaranya justru terlihat sehat.

    Untuk itu, dia mengimbau setiap jurnalis mengurangi aktivitas interaksi dengan orang lain. "Saya ingin adik, bapak, ibu ini kan banyak berada di lapangan, mohon ini dipahami. Karena yang rugi nanti kita juga. Kalau saya lihat doorstop itu kan Anda dempet-dempet, bukan sama narsumnya saja tapi sama teman juga. Nah itu tolong dihindari ya," kata dia.

    Hingga hari ini, pasien positif virus corona yang dirawat di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur berjumlah 14 orang. Selain itu, rumah sakit juga merawat 6 orang lain yang tergolong dalam PDP COVID-19.

    Imbauan untuk mengurangi aktivitas berkontak dengan orang lain juga sudah disampaikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Seperti disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia mengimbau agar masyarakat melakukan social distancing measure.

    “Yaitu menjaga jarak antar warga. Mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik, menjauhi tempat-tempat berkumpul orang banyak,” kata Anies dalam rekaman suara pada Minggu, 15 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.