Satu Pasien PDP Virus Corona Asal Pandeglang Meninggal

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. Kasus Nomor 1 suspect COVID-19 yang dalam masa observasi kondisinya juga sudah sembuh dan masih menunggu hasil uji spesimen dari laboratorium di Jakarta. ANTARA

    Seorang petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. Kasus Nomor 1 suspect COVID-19 yang dalam masa observasi kondisinya juga sudah sembuh dan masih menunggu hasil uji spesimen dari laboratorium di Jakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Serang -Satu pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona atau COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Dradjat Prawiranegara, Kabupaten Serang meninggal dunia Sabtu, 21 Maret 2020.

    Dari informasi yang dihimpun, korban meninggal berjenis kelamin laki laki berusia 52 tahun tersebut merupakan warga Kecamatan Mekar Jaya Kabupaten Pandeglang, Banten yang bekerja di Tanah Abang Jakarta.

    “Kami belum bisa menyimpulkan apakah pasien yang berstatus Pasien dalam pemantauan itu meninggal karena positif COVID-19 atau karena penyakit lain, karena sampai saat ini belum ada hasil laboratorium belum keluar,” Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banten Ati Pramudji Hastuti kepada Tempo Sabtu, 21 Maret 2020.

    Ati menegaskan, penanganan yang dilakukan tim medis sudah sesuai dengan protap yang ditentukan. “Pasien tersebut sudah ditangani dengan baik. yang pasti penanganan terhadap pasien PDP tersebut sudah sesuai protap,” ujar Ati yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

    Menurut Ati, untuk mengantisipasi terjadinya eskalasi jumlah pasien Covid 19, Gubernur Banten Wahidin Halim telah menginstruksikan kepada seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk menggunakan dana bantuan keuangan yang ber sumber dari APBD Provinsi agar bisa digunakan untuk penanggulangan wabah virus Corona.

    “Mendagri sudah memberikan arahan bahwa itu bisa dilakukan, meskipun ajuan bantuan keuangan sebelumnya bukan untuk penanggulangan bencana,” kata Ati.

    Menurutnya, saat ini dari 114 rumah Rumah Sakit yang tersebar diseluruh wilayah provinsi banten semuanya dipersiapkan untuk bisa menangani pasien COVID-19.

    “Khusus RSUD Banten selama tiga bulan kedepan mulai hari Rabu tanggal 25 Maret 2020 akan dioperasikan khusus untuk pasien-pasien COVID-19, untuk pasien umum akan dialihkan. Disana kami siapkan 250bad pasien untuk menampung semua pasien baik berstatus ODP, suspect hingga positif Corona,” ujar Ati.

    Sementara itu, Kabar meninggalnya pasien dalam pengawasan asal Pandeglang dibenarkan oleh juri bicara tim gugus terpadu penanganan Covid-19 Pandeglang Achmad Sulaeman. Menurutnya, riwayat Pasien dalam pengawasan ini masuk IGD RSDP Serang pada Jumat 21 Maret 2020 kemarin dan dinyatakan meninggal pada Sabtu, 21 Maret 2020.

    Pihaknya berharap, hasil laboratorium pasien yang meninggal tersebut hasilnya negatif virus Corona. “Dia ini kerja di Tanah Abang Jakarta dan waktu dirujuk juga sudah tidak sadar. Mudah-mudahan saja hasil laboratoriumnya negatif dan penyebab meninggalnya karena penyakit sertaannya,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.