Ridwan Kamil Siapkan Mitigasi Lokasi Pasien Corona

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menghadiri Rapat Koordinasi Kewaspadaan Virus Corona di Provinsi Jabar bersama pihak terkait di RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung, Rabu, 12 Februari 2020. (Foto: Doc.Humas Jabar).

    Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menghadiri Rapat Koordinasi Kewaspadaan Virus Corona di Provinsi Jabar bersama pihak terkait di RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung, Rabu, 12 Februari 2020. (Foto: Doc.Humas Jabar).

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan tiga skenario penanganan lokasi pasien Corona atau Covid-19. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan mitigasi lokasi tersebut berdasarkan jumlah pasien Corona. "Jika ada pasien 100, 1.000 dan di atas 1.000," kata Ridwan Kamil di Bekasi, Ahad, 22 Maret 2020.

    Menurut dia, jika pasien positif Corona berjumlah 100 orang maka Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung bisa mengoptimalkan satu gedung dari semula hanya satu lantai. Namun jika tidak pasien melonjak mendekati angka seribu maka seluruh gedung RS Hasan Sadikin akan dipakai menangani pasien Covid-19 dengan didukung 35 rumah sakit lain di Jawa Barat. "Kalau sudah di atas seribu, sekarang sudah terdaftar dua hotel yang akan dikonversi," sebut Ridwan Kamil.

    Selain itu, pemerintah juga tengah mensurvei sejumlah balai latihan yang mempunyai wisma. Keputusan untuk memanfaatkan Pusdik tergantung dari perkembangan pasien Corona.

    "Terburuknya Panglima TNI sudah menyampaikan Pusdik-Pusdik (pusat pendidikan) akan dikonversi untuk emergency, tapi itu menunggu," kata Gubernur Ridwan Kamil.

    Di Jawa Barat, menurut dia, sampai hari ini jumlah pasien positif Corona berjumlah 55 orang. Paling banyak berada di wilayah Bekasi, Depok, dan Bogor yang mencapai 41 orang. Lokasi ini menjadi paling banyak karena berdekatan dengan DKI Jakarta.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.