KRL Masih Penuh, Penumpang: Gimana Mau Social Distancing, Ngeri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KRL. TEMPO/Ninis Charunnisa

    Ilustrasi KRL. TEMPO/Ninis Charunnisa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembatasan operasional kereta rel listrik atau KRL untuk mencegah penularan virus corona ternyata malah membuat penumpang menumpuk di stasiun yang ada di luar DKI Jakarta.

    Seperti yang terlihat di Stasiun Citayam, Depok, pada Senin, 23 Maret 2020 pagi ini. Lewat unggahan di akun Twitter resmi Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro terlihat penumpang masih berjubel di stasiun dan terlihat kesulitan untuk masuk ke dalam kereta yang sudah penuh.

    Video berdurasi 1 menit 41 detik tersebut memperlihatkan kereta yang datang dari arah Bogor pun sudah dipenuhi penumpang.

    Seorang penumpang KRL Fiani, 24 tahun mengatakan, ia terpaksa masih harus merasakan berdempetan dengan manusia lain di dalam kereta karena kantornya belum membuat kebijakan bekerjad di rumah atau work from home (wfh).

    “Belum wfh, masih harus datang ke kantor,” kata Fiani yang bekerja di wilayah Jakarta Pusat tersebut, Senin 23 Maret 2020.

    Fiani menilai, dengan adanya masyarakat yang masih harus datang ke kantor, kebijakan PT. KCI mengurangi jam operasional kereta dinilai keliru.

    “Kebijakannya keliru, gimana mau social distancing, ngeri juga saya,” kata Fiani.

    Sebelumnya, PT KCI mulai tanggal 23 Maret 2020, mengubah jam operasional kereta selama masa pandemi Covid-19 mulai dari pukul 06.00 hingga 20.00 per hari nya.

    Kebijakan itu dilakukan guna mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat bekerja di rumah untuk menghambat penyebaran Virus Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.