Tekan Pandemi Corona, Polisi Bubarkan Warga yang Berkumpul

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memakai masker saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Usai Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan dua orang WNI di Indonesia terdampak virus corona (Covid-19), warga dihimbau menggunakan masker di tempat keramaian maupun ketika menggunakan transportasi umum. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga memakai masker saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Usai Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan dua orang WNI di Indonesia terdampak virus corona (Covid-19), warga dihimbau menggunakan masker di tempat keramaian maupun ketika menggunakan transportasi umum. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar patroli skala besar pada Ahad petang, 22 Maret 2020. Patroli tersebut untuk menekan pandemi Corona di Jakarta. "Kegiatan ini diikuti oleh 250 personel," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Suyudi Ario Seto, dalam keterangan tertulis pada Senin, 23 Maret 2020.

    Suyudi mengatakan rute patroli menyasar ruas jalan di Polda Metro Jaya - Bulungan - Melawai - Blok M - Kemang - Pejaten - Mampang Prapatan dan kembali ke Polda Metro Jaya. Secara keseluruhan, ujar dia, hasil patroli tersebut menunjukkan kondisi ibu kota lancar dan tertib.

    Ia menjelaskan di kawasan Bulungan sudah tidak ditemui para pedagang Gultik (gulai tikungan). Namun masih ditemukan beberapa warga yang nongkrong atau berkumpul. Selanjutnya di Taman Lamandau polisi masih menemukan sejumlah warga yang bersantai sambil makan-makan. "Dapat dibubarkan dengan tertib," ujar dia.

    Suyudi menuturkan di kawasan Blok M masih banyak ditemukan warga yang nongkrong, terutama para pengemudi ojek online, sopir taksi, dan pedagang. Menurut dia, petugas juga telah membubarkan kerumunan massa tersebut dengan tertib.

    Sementara di kawasan Kemang, sebut Suyudi, masih banyak ditemukan warga yang berkumpul di restoran cepat saji KFC. Sepanjang jalan banyak kafe yang masih beroperasi, petugas pun lantas membubarkan.

    Sedangkan di Pejaten, lanjutnya, kondisi sepi dan tidak ada keramaian orang. Namun berbeda saat patroli bergerak ke kawasan Mampang Prapatan. Polisi masih menemukan tempat biliar yang ramai pengunjung. Sama seperti tempat-tempat sebelumnya, polisi melakukan pembubaran. "Di wilayah Gajah Mada, masih ada masyarakat nongkrong karena banyak makanan kaki lima dan pedagang jalanan namun secara umum dapat ditertibkan," kata Suyudi.

    M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.