Polisi: Kabar Pengemudi Ojol Tewas di Tebet Akibat Corona Hoaks

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Aturan baru ojol ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Pengemudi ojek online tengah menunggu penumpang dikawasan Stasiun Juanda, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Aturan baru ojol ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Kepolisian Sektor Palmerah, Komisaris Supriyanto mengatakan pengemudi ojek online bernama Abdur Rohman yang meninggal dunia pada Rabu, 18 Maret 2020 di Jalan Raya Tebet Dalam tidak ada kaitannya dengan virus Corona.

    "Hasil monitoring dan pengecekan oleh Kanit V AKP Saifudin Ali dan Kanit Intel Polsek Palmerah Iptu Imam Agus Santoso dengan Ketua Ojol Jakarta Barat dan juga Ketua Ojol Kecamatan Palmerah telah didapat informasi bahwa almarhum meninggal karena serangan jantung bukan karena terjangkit virus Corona," ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Senin, 22 Maret 2020.

    Supriyanto mengatakan, sebelumnya beredar di media sosial foto almarhum yang diberi keterangan meninggal dunia karena terinfeksi virus corona. Kabar ihwal sebab pasti kematian pengemudi ojek online itu juga sudah dikonfirmasi polisi ke pihak keluarga.

    "Menurut Keterangan orang tua almarhum, sebelum meninggal almarhum tidak ada sakit demam dan tidak ada sakit batuk," kata Supriyanto soal meninggalnya pengemudi ojol tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.