Penyebab Tangsel Kekurangan Alat Penyemprot Cairan Disinfektan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Tangerang dengan mobil pemadam melakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap ruang udara dan rambu lalulintas di Jalan Raya Daan Mogot, Tangerang, Banten, Jumat 20 Maret 2020. Penyemprotan dilakukan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di ruang udara dan ruas jalan yang menghubungan dua provinsi yakni Jakarta dengan Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Tangerang dengan mobil pemadam melakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap ruang udara dan rambu lalulintas di Jalan Raya Daan Mogot, Tangerang, Banten, Jumat 20 Maret 2020. Penyemprotan dilakukan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di ruang udara dan ruas jalan yang menghubungan dua provinsi yakni Jakarta dengan Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah kota kekurangan alat untuk menyemprotkan cairan disinfektan.

    "Kesulitan kita memang alat semprot cairan disinfektan, kita masih perlu lagi tambahan. Sekarang baru ada 13 alat semprotnya yang semuanya dimiliki oleh dinas kesehatan, dan dinas lingkungan hidup," katanya, Senin 23 Maret 2020.

    Menurut Benyamin, pihaknya akan menambah alat untuk menyemprotkan cairan disinfektan sebanyak 50 sampai 100 dari penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    "Asal ada alatnya dan banyak itu bagus, karena dari Pemkot sudah ada penyesuaian amggaran yang bisa dibelanjakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Tangsel dengan penanganan status tanggap darurat ini," ujarnya.

    Benyamin juga mengatakan saat ini, pemerintah kota Tangsel menetapkan status tanggap darurat untuk menangani meluasnya virus corona.

    "Kerena berdasarkan surat keputusan Wali Kota tentang corona virus deases tingkatnkota menyatakan bahwa kota Tangerang Selatan menetapkan status tanggap darurat," ungkapnya.

    Sebelumya, Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) kota Tangsel Adjie Ekawarman mengatakan bahwa banyak masyarakat yang meminta untuk disemprotkan cairan disinfektan.

    "Yang paling banyak permintaan untuk penyemprotan cairan disinfektan dari lingkungan RT dan RW, saat ini masih tidak mungkin penyemprotan dari rumah ke rumah, yang diutamakan jadi fasum, fasos dan gedung yang dipakai untuk pertemuan umum pelayanan masyarakat," imbuhnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.