Remaja Tewas Jadi Korban Pembacokan Saat Futsal, Ini Kata Polisi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Celurit. (puisianwari.blogspot.com)

    Celurit. (puisianwari.blogspot.com)

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang remaja 14 tahun berinisial MHM tewas jadi korban pembacokan saat sedang bermain futsal di bawah kolong tol di Jalan Warakas VI, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Peristiwa pembacokan sadis itu berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2020 sekitar pukul 17.00 WIB.

    "Korban MHM meninggal dunia akibat luka bacok di pinggang kiri bagian belakangnya," ujar Kapolsek Tanjung Priok, Komisaris Budi Cahyono dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Maret 2020.

    Budi menjelaskan, kejadian bermula saat korban dan teman-temannya sedang bermain futsal di TKP. Tiba-tiba, kelompok itu ditimpuki oleh tersangka HF, 14 tahun dan kawan-kawannya. Menurut Budi, kedua kelompok tersebut lantas bentrok di lokasi.

    "MHM kemudian mendapat senjata tajam di TKP yang digunakan untuk menyerang kelompok lawan," ujar Budi.

    Dalam bentrokan itu, Budi melanjutkan, MHM berduel satu lawan satu dengan HF. Tersangka HF sempat terkena sabetan senjata tajam di bagian jari telunjuk kiri dari korban MHM.

    "HF kemudian berusaha menyerang balik MHM dengan senjata tajam berupa celurit," kata Budi.

    Menurut Budi, MHM kemudian terkena sabetan celurit di bagian pinggangnya. Korban sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong. Polisi lantas menangkap tersangka HF dan dijerat dengan Pasal 351 Ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara