Alasan Ketua DPRD Usulkan Wisma Atlet Hambalang Jadi RS Corona

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanan-kiri: Presiden Joko Widodo, Menpora Imam Nachrowi, Johan Budi, dan Menteri PU Basuki Adimulyono meninjau kondisi sejumlah bangunan wisma atlet yang terbengkalai di Desa Hambalang, Bogor, 18 Maret 2016. Proyek yang rencananya digunakan untuk para atlet ini terhenti akibat kasus korupsi Rp 1,2 Triliun. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Kanan-kiri: Presiden Joko Widodo, Menpora Imam Nachrowi, Johan Budi, dan Menteri PU Basuki Adimulyono meninjau kondisi sejumlah bangunan wisma atlet yang terbengkalai di Desa Hambalang, Bogor, 18 Maret 2016. Proyek yang rencananya digunakan untuk para atlet ini terhenti akibat kasus korupsi Rp 1,2 Triliun. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengusulkan Pemerintah Kabupaten Bogor menjadikan Wisma Atlet Hambalang menjadi rumah sakit khusus penanganan virus Corona.

    "Bangunan itu sebagian sudah ada yang jadi, bisa digunakan. Tinggal lengkapi alkesnya saja," kata Rudy di kantornya, Senin, 23 Maret 2020.

    Dia lantas menjelaskan alasan usulan itu. Dia menuturkan bahwa bangunan Wisma Atlet Hambalang sudah lama terbengkalai. 

    Rudy berpendapat bangunan yang mangkrak tersebut setidaknya bisa diambil manfaat di tengah wabah virus Corona atau Covid-19. 

    Menurut politikus Partai Gerindra tersebut, jika Wisma Atlet Hambalang dijadikan rumah sakit khusus Covid-19 Pemkab Bogor tinggal bekerjasama dengan Batalyon Kesehatan TNI untuk penyediaan alat kesehatan.

    "Tinggal (Pembkab Bogor) membuat surat permintaan atau kerjasama kepada Kementerian Olah Raga dan Pemuda untuk penggunaan atau pemanfaatannya," kata Rudy.

    Proyek pemerintah tersebut mangkrak akibat kasus korupsi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Alasan lain usulan Rudy adalah lokasi wisma atlet itu di atas bukit dan jauh dari pemukiman sehingga tidak membuat masyarakat terpapat Corona. 

    Usulan Rudy tadi sudah disampaikan dalam rapat kerja dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bogor.

    "Jika ini dilakukan kemungkinan penyebaran (Corona) bisa kita cut dan penanganannya pun akan cepat tanpa harus berbaur dengan penanganan pasien dengan penyakit lain," kata Rudy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.