Cegah Corona, Anies Batalkan Program Mudik Lebaran Gratis

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik arah Jakarta melintas di jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin, 10 Juni 2019. Pada H+5 Lebaran 2019, arus balik yang didominasi sepeda motor dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta di jalur Pantura masih terpantau ramai lancar. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Kendaraan pemudik arah Jakarta melintas di jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin, 10 Juni 2019. Pada H+5 Lebaran 2019, arus balik yang didominasi sepeda motor dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta di jalur Pantura masih terpantau ramai lancar. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan program mudik lebaran gratis Dinas Perhubungan untuk tahun ini, untuk mencegah penularan wabah Covid-19 atau virus corona.

    "Iya dibatalkan, kami pahami pak gubernur sangat konsen dengan keselamatan warga agar terhindar dari wabah Covid-19 ini," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo saat dihubungi Tempo, Selasa 24 November 2020.

    Syafrin mengatakan kegiatan mudik merupakan salah satu potensi penyebaran wabah virus Corona dengan adanya berkumpulnya warga dengan jumlah banyak, serta mobilitas yang tinggi meninggalkan Jakarta.

    Program mudik gratis lebaran tersebut rutin digelar Pemerintah DKI beberapa tahun terakhir. Untuk tahun ini mudik gratis sebelumnya direncanakan pada 17-29 Mei 2020 dengan kapasitas 17.000 pemudik.

    Hal ini kata Syarin juga berdasarkan massa penanggulangan wabah virus Corona sampai 29 Mei 2020.  Termasuk  juga kata dia, sesuai dengan imbauan kepada warga untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah sampai wabah virus corona bisa diatasi.

    "Kami juga menghimbau kepada masyarakat selama masa darurat penanganan wabah Covid-19 agar jangan melakukan perjalanan keluar Jakarta," ujarnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.