Cegah Corona, Iluni UI Semprot Disinfektan di Kampus Salemba

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Pemadam Kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan di sepanjang ruas jalan Cililitan, Dewi Sartika, Otista Raya dan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Ahad, 22 Maret 2020.  TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota Pemadam Kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan di sepanjang ruas jalan Cililitan, Dewi Sartika, Otista Raya dan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Ahad, 22 Maret 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Demi mencegah virus corona masuk ke lingkungan kampus, Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia (ILUNI SPs UI) melakukan penyemprotan disinfektan di kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu pagi, 25 Maret 2020. Penyemprotan tersebut merupakan kerja sama antara ILUNI UI dengan Dinas Perhubungan dan PD Pasar Jaya. 

    "Penyemprotan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat UI dan sebagai dukungan ILUNI SPs UI dalam mendukung program pemerintah untuk membasmi penyebaran Covid-19, di DKI Jakarta khususnya," ujar Ketua Umum ILUNI SPs UI Audrey Tangkudung dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Maret 2020. 

    Penyemprotan disinfektan dilakukan di masjid ARH UI, Gedung Rektorat, Gedung SIL, gedung IASTH, gedung SKSG, kamar mayat, dan sejumlah ambulans. Selain di lingkungan kampus, penyemprotan juga dilakukan di lingkungan PD Pasar Jaya yang letaknya bersebelahan dengan UI Salemba.

    Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyemprotan di lingkungan PD Pasar Jaya. Hal ini mengingat pasar merupakan tempat masyarakat berinteraksi dan virus rawan menyebar. 

    Seperti diketahui, jumlah pasien corona terus meroket sejak kasus pertamanya diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Hingga hari ini, virus asal Wuhan, Cina itu telah menelan korban jiwa hingga 55 orang atau 9 persen dari 686 orang yang terinfeksi.

    "Dirawat 601 orang dan yang sembuh 30 orang atau 5 persen dari yang terinfeksi," bunyi pengumuman di corona.jakarta.go.id pagi ini. Meningkatnya jumlah pasien itu membuat beberapa rumah sakit kewalahan dan tak bisa menampung pasien. Sehingga pemerintah pusat memutuskan memakai Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara