Rapid Test Corona di Kota Depok, Hari Ini Khusus PDP

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test. Shutterstock

    Ilustrasi rapid test. Shutterstock

    TEMPO.CO, Depok – Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan rapid test corona massal sudah dilakukan mulai hari ini, Rabu 25 Maret 2020. Pelaksanaannya dilakukan di rumah sakit yang merawat pasien dalam pengawasan (PDP).

    “Pelaksanaan rapid test secara simultan di rumah sakit yang merawat PDP, yang sudah mendapat distribusi alat dan rapid test,” kata Idris dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Rabu 25 Maret 2020.

    Idris tidak menyebut secara jelas lokasi rumah sakit yang telah melaksanakan rapid test di Depok tersebut.

    “(Rapid test) diperuntukkan bagi PDP dan tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif dan mereka tidak menggunakan APD lengkap,” kata Idris.

    Sedangkan rapid test bagi orang dalam pengawasan (ODP), PDP isolasi mandiri dan warga yang telah diprioritaskan bakal dilaksanakan pada Kamis 26 Maret 2020.

    “Dilaksanakan di 11 puskesmas, yang diperuntukkan bagi PDP yang melaksanakan isolasi mandiri, ODP dan warga yang diprioritaskan, yakni tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif yang tidak mengenakan APD lengkap,” kata Idris.

    Untuk teknis pelaksanaan tes cepat itu, pemerintah kota Depok akan mengundang satu persatu PDP isolasi mandiri, ODP dan warga yang diprioritaskan tersebut untuk datang ke puskesmas yang juga telah ditentukan oleh pemerintah daerah.

    “Akan diundang atau diberitahu oleh petugas puskesmas setempat untuk waktu pelaksanaan rapid test,” kata Idris.

    Kota Depok menerima 2.400 alat rapid test corona untuk mengetahui sebaran kasus Covid-19 di wilayah itu. Alat tersebut baru didistribusikan hari ini dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara