PDP Corona Meninggal di Kota Bogor Bertambah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang duduk di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 21 Maret 2021. PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) telah melakukan penambahan dua rangkaian KRL Bogor ke Jakarta dalam sehari untuk mendukung kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak ('social distancing') dan menghindari kerumunan orang di transportasi publik sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 terutama di dalam kereta. ANTARA

    Sejumlah penumpang duduk di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 21 Maret 2021. PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) telah melakukan penambahan dua rangkaian KRL Bogor ke Jakarta dalam sehari untuk mendukung kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak ('social distancing') dan menghindari kerumunan orang di transportasi publik sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 terutama di dalam kereta. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) corona COVID-19 di Kota Bogor yang meninggal bertambah satu orang lagi pada Rabu ini. Total PDP corona meninggal menjadi tiga orang.

    "Sebanyak tiga orang yang meninggal dunia berstatus PDP, karena sudah dilakukan tes swab tapi hasilnya belum keluar dari Laboratorium di Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan RI," kata Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno dalam pernyataan tertulisnya di Bogor, Rabu.

    Dua warga Kota Bogor berstatus PDP meninggal pada Selasa 24 Maret lalu. Ketiga PDP ini meninggal dalam perawatan di rumah sakit.

    Juru bicara Pemerintah Kota Bogor untuk Siaga Corona itu mengatakan ada 11 orang PDP yang masih dalam perawatan di rumah sakit setelah tiga orang PDP dinyatakan selesai atau sehat.

    Warga Kota Bogor berstatus orang dalam pemantauan (ODP) meningkat signifikan pada Rabu ini, menjadi 375 orang. Padahal sehari sebelumnya, ODP tercatat 283 orang.

    Warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif COVID-19 ada tujuh orang. Salah seorang di antaranya meninggal dunia pada Sabtu 21 Maret lalu sehingga jumlah pasien positif COVID-19 yang masih dalam perawatan di rumah sakit ada enam orang.

    IPB University membuat pernyataan tertulis yang menyebutkan salah seorang pejabatnya yakni Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina Kota Bogor, pada Rabu ini sekitar pukul 03.00. 

    Disebutkan, almarhum Kepala LPPM IPB Aji Hermawan telah melakukan tes swab untuk mendeteksi corona, tetapi hingga kini hasilnya belum keluar. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara