BNN Tawarkan Pusat Rehabilitasi Lido Tampung Pasien Corona Bogor

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Unit Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Sukabumi, Jawa Barat. TEMPO/ Arif Fadillah

    Gedung Unit Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido, Sukabumi, Jawa Barat. TEMPO/ Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mendapat tawaran dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido yang bersedia menampung pasien corona yang harus disolasi.  

    Dedie mengatakan ada dua lembaga yang menawarkan tempat kepada Pemerintah Kota Bogor sebagai rumah sakit khusus Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. "BNN Lido dan Elang Property Group," kata Dedie saat dikonfirmasi Tempo, Rabu 25 Maret 2020.

    Menurut Dedie, Kepala BNN Komisaris Jendral Polisi Heru Winarko menawarkan ruangan di pusat rehabilitasi narkoba itu jika pasien corona yang harus diisolasi terus bertambah dan tidak tertampung. "Misal di RSUD Kota Bogor kekurangan daya tampung," kata Dedie.

    Pemkot Bogor juga mendapat tawaran dari PT. Elang Property Group yang menyediakan sebuah gedung di jalan Cifor, Bogor Barat, sebagai rumah sakit sementara. Bahkan Dedie telah meninjau langsung gedung itu.

    "Baik tawaran dari BNN maupun dari Elang Properti, kami apresiasi. Ini menunjukkan kepedulian berbagai pihak pada penanganan pandemi corona di Indonesia, khususnya di Kota Bogor," katanya.

    Dedie mengatakan kedua tawaran untuk menampung pasien corona yang harus diisolasi tersebut harus dipertimbangkan. "Tawaran dari BNN ini menjadi pertimbangan dan sedang dibicarakan dengan Tim Crisis Center COVID-19 Kota Bogor. Karena, memanfaatkan ruangan Pusat Rehabilitasi Narkoba ini perlu modifikasi, menyiapkan alat-alat pendukung, serta membangun ruang isolasi kompresi negatif," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara