Kabupaten Bekasi Gelar Rapid Test Corona Door to Door Hari Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 dan sejumlah arti hasilnya seusai tes darah seorang ODP di Bogor, Ahad, 22 Maret 2020. Rapid tes ini menggunakan sampel darah dari orang yang menunjukkan gejala virus corona. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Alat tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 dan sejumlah arti hasilnya seusai tes darah seorang ODP di Bogor, Ahad, 22 Maret 2020. Rapid tes ini menggunakan sampel darah dari orang yang menunjukkan gejala virus corona. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Bekasi - Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah menerima 1.000 alat rapid test corona Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemeriksaan secara masif dijadwalkan pada Kamis, 26 Maret 2020.

    "Sudah diambil tadi siang di Bandung," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Alamsyah ketika dikonfirmasi pada Rabu, 25 Maret 2020.

    Alamsyah mengatakan pemeriksaan Covid-19 secara masif akan dilakukan secara door to door. Prioritas pertama adalah tenaga medis yang akan menjalankan tugas melakukan pengetesan di masyarakat. Tenaga medis di puskesmas dan rumah sakit itu berjumlah 80 orang. 

    "Tes dilakukan mulai besok, skemanya di setiap puskesmas dan rumah sakit, jadi tak ada pengumpulan massa," kata Alamsyah.

    Sasaran rapid test berikutnya adalah orang yang berstatus dalam pemantauan (ODP) serta 50 orang terdekat yang pernah berinteraksi dengan pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif Covid-19 dengan skema door to door.

    "Itu sesuai arahan dari Gubernur, jadi tidak semua masyarakat dites," ucap Alamsyah.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi hingga Rabu pukul 12.45, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 169 dengan rincian 146 dalam proses pemantauan, sedangkan 23 selesai pemantauan.

    Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Bekasi berjumlah 59 orang dengan rincian dalam pengawasan sebanyak 51 sedangkan selesai pengawasan berjumlah 8 orang. Adapun pasien positif corona berjumlah 14, tiga diantaranya meninggal dunia, sedangkan satu sembuh. Adapun 10 lainnya masih dirawat di rumah sakit.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara