Kemenhub dan Polri Rancang Skema Khusus Mudik di Tengah Corona

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik Lebaran. TEMPO/Franoto

    Ilustrasi mudik Lebaran. TEMPO/Franoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Indonesia tengah merancang skema khusus untuk musim mudik Lebaran 2020 pada masa wabah corona Covid-19. Skema tersebut disiapkan untuk menghadapi potensi penyebaran virus corona. 

    "Lagi kami siapkan skema-skema alternatifnya," ujar Kakorlantas Polri Inspektur Jenderal Istiono saat dihubungi, Kamis, 26 Maret 2020. 

    Istiono mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan apakah hanya akan sekadar memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik atau lebih tegas berupa larangan untuk tidak mudik. Pertimbangan itu mengacu pada maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz yang berisi larangan perkumpulan massa untuk menghindari sebaran virus corona. 

    "Tunggu keputusan pemerintah saja, skenario itu masih kami susun," ujar Istiono. 

    Seperti diketahui, jumlah masyarakat yang terinfeksi virus corona Covid-19 terus meroket sejak kasus pertamanya diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Hingga hari ini, virus asal Wuhan, Cina itu telah menelan korban jiwa hingga 58 orang atau 7 persen dari 790 orang yang terinfeksi.

    "Dirawat 701 orang dan yang sembuh 31 orang atau 4 persen dari yang terinfeksi," bunyi pengumuman di corona.jakarta.go.id pagi ini.

    Massa libur Lebaran yang diperkirakan akan jatuh pada akhir Mei 2020, dikhawatirkan akan membuat penyebaran virus corona semakin masif hingga ke pelosok. Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah mengkaji pelarangan mudik Lebaran 2020. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.