Wali Kota Bekasi Konfirmasi Pasien Positif Corona jadi 19

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan RSUD Chasbullah Abdullmadjid memakai pakaian pelindung serta masker berada di ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien virus corona di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 5 Maret 2020. RSUD kota Bekasi menyiapkan 1 ruang isolasi untuk penanganan pasien virus Corona usai Gubernur Ridwan Kamil menetapkan status siaga 1 di Jawa Barat terkait antisipasi penanganan virus corona (Covid-19). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas kesehatan RSUD Chasbullah Abdullmadjid memakai pakaian pelindung serta masker berada di ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien virus corona di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 5 Maret 2020. RSUD kota Bekasi menyiapkan 1 ruang isolasi untuk penanganan pasien virus Corona usai Gubernur Ridwan Kamil menetapkan status siaga 1 di Jawa Barat terkait antisipasi penanganan virus corona (Covid-19). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengkonfirmasi jumlah pasien positif corona bertambah menjadi 19 orang. Jumlah ini naik 4 orang dibandingkan data pada Rabu, 25 Maret 2020.

    "Dari PDP (pasien dalam pengawasan) ke positif meningkat, dari 15 sekarang 19," kata Rahmat Effendi di posko Covid-19 di Stadion Patriot, Kamis, 26 Maret 2020.

    Data dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi yang diunggah di situs corona.bekasikota.go.id jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 179, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 87 orang.

    Rahmat mengatakan, pemerintah telah memetakan sebaran interaksi orang yang berstatus ODP dan PDP, totalnya ada sekitar 700 an orang. Mereka sekarang tengah menjalani pemeriksaan cepat menggunakan teknologi rapid test. Sistemnya dari pintu ke pintu.

    "Sudah kami lakukan isolasi, bagi yang positif corona akan dievakuasi," kata dia. Langkah tersebut, kata dia, adalah antisipasi penularan virus corona di masyarakat.

    Pemkot Bekasi, kata Rahmat Effendi mendapatkan alat rapid test corona sebanyak 2000 buah dari Pemprov Jawa Barat. Target selesai pemeriksaan pada Jumat, sehingga Sabtu sudah bisa diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara