Anies: Jaga Jarak Berjalan Baik di Transportasi Publik Milik DKI

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang duduk di bangku yang telah diberi stiker panduan jarak antarpenumpang di rangkaian gerbong kereta MRT, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. Sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19, pemerintah telah memberikan arahan kepada seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan praktik

    Penumpang duduk di bangku yang telah diberi stiker panduan jarak antarpenumpang di rangkaian gerbong kereta MRT, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. Sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19, pemerintah telah memberikan arahan kepada seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan praktik "social distancing" atau menjaga jarak sosial dalam kegiatan sehari-hari. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi pembatasan operasional dan jarak antar penumpang yang dilakukan di transportasi publik di Ibu Kota. Menurut Anies, physical distancing pun mulai berjalan baik di transportasi publik seperti MRT, LRT dan Transjakarta.

    "Kalau kita lihat terkait pembatasan transportasi, Transjakarta lalu MRT, LRT Alhamdulillah antreannya berjalan dengan baik, disiplin," kata dia dalam jumpa pers secara streaming di Balai Kota DKI, Kamis, 26 Maret 2020.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menuturkan jaga jarak antara penumpang di dalam gerbong MRT telah berjalan sesuai anjuran pemerintah. Bahkan, kursi pun sudah diberi tanda agar penumpang di dalamnya tetap berjarak yang aman.

    "Alhamdulillah yang berada di bawah kendali Pemprov DKI bisa dikendalikan sebaik-baiknya untuk memastikan physical distancing bisa benar-benar dilakukan."

    Menurut Anies, jaga jarak amat penting di kendaraan umum karena menjadi tempat penularan yang paling rentan. Selain di stasiun dan gerbong kereta, disiplin jaga jarak juga telah dilakukan di Transjakarta. "Penjagaan di luar halte maupun di luar stasiun telah dilakukan physical distancing," ujarnya.

    PT MRT Jakarta mengubah jarak keberangkatan antar kereta (headway) tiap 10 menit mulai hari ini Kamis, 26 Maret 2020 sesuai kebijakan social distancing pada masa tanggap darurat corona. 

    Perubahan ini diambil usai PT MRT Jakarta melakukan evaluasi jumlah penumpang dalam jangka waktu 3 hari terakhir. "Evaluasi kami dalam tiga hari terakhir ini, jumlah penumpang telah berkurang hingga lebih dari 90 persen dari jumlah penumpang di hari normal,” kata Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi dalam keterangan tertulisnya, Kamis 26 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara