Antisipasi Lonjakan Pasien Corona, Bekasi Siapkan Stadion Patriot

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan RSUD Chasbullah Abdullmadjid memakai pakaian pelindung saat simulasi penanganan pasien virus corona di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 5 Maret 2020. RSUD kota Bekasi menyiapkan 1 ruang isolasi untuk penanganan pasien virus Corona usai Gubernur Ridwan Kamil menetapkan status siaga 1 di Jawa Barat terkait antisipasi penanganan virus corona (Covid-19). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas kesehatan RSUD Chasbullah Abdullmadjid memakai pakaian pelindung saat simulasi penanganan pasien virus corona di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 5 Maret 2020. RSUD kota Bekasi menyiapkan 1 ruang isolasi untuk penanganan pasien virus Corona usai Gubernur Ridwan Kamil menetapkan status siaga 1 di Jawa Barat terkait antisipasi penanganan virus corona (Covid-19). TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sejumlah lokasi untuk dikonversi menjadi rumah sakit atau RS darurat corona, termasuk stadion Patriot Candrabhaga.

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyiapkan skema terburuk wabah corona dengan menyiapkan Asrama Haji, Islamic Center, hingga ruangan di Stadion Patriot Candrabhaga sebagai rumah sakit darurat.

    "Skenario pertama kami gunakan RSUD," kata Rahmat, Kamis, 26 Maret 2020.

    Di rumah sakit itu, kata dia, tersedia puluhan tempat tidur khusus isolasi. Lokasinya berada di gedung F. Skenario kedua, kata dia, pasien dapat ditampung di 10 rumah sakit swasta tipe B di Kota Bekasi.

    "Ketiga rumah sakit tipe yang ada di Kota Bekasi, dan tipe D milik Pemkot Bekasi ada tiga," kata Rahmat.

    Untuk menghadapi skenario terburuk COVID-19, Bekasi menyiapkan tempat di Asrama Haji, Islamic Center. Sejumlah ruangan di Stadion Patriot Candrabhaga juga bisa digunakan sebagai alternatif. Pengamatan Tempo, puluhan tempat tidur telah didatangkan ke stadion.

    "Kami berharap rumah sakit yang ada sudah cukup," kata Rahmat Effendi.

    Untuk mencegah penyebaran virus corona di Bekasi, Rahmat mengatakan pemerintah telah mengisolasi ratusan orang yang berstatus dalam pemantauan (ODP) serta memetakan sebaran interaksinya.

    Pada hari ini, Bekasi mulai mengetes para ODP corona itu menggunakan rapid test.

    "Hasilnya diumumkan Sabtu oleh Gubernur Jawa Barat," kata dia.

    Wali Kota Bekasi mengatakan tidak semua warga Kota Bekasi diperiksa dengan rapid test corona. Ia mengatakan, yang di tes telah ditetapkan kriterianya. Selain ODP, kata dia, ada tokoh masyarakat, agama, hingga pejabat pemerintah, anggota TNI/Polri dan petugas kesehatan yang harus berinteraksi dengan pasien.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara