700 ODP dan PDP di Kota Bekasi Jalani Rapid Test Corona

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat tidur untuk pasien di Stadion Patriot Kota Bekasi. Tempo/Adi Warsono

    Tempat tidur untuk pasien di Stadion Patriot Kota Bekasi. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pemeriksaan rapid test corona pada hari ini dilakukan terhadap 700 ODP dan PDP corona. Petugas melakukan pemeriksaan secara door to door dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

    "Hari ini ada 700-an lebih pengambilan sampel darah di masyarakat," kata Rahmat Effendi pada Kamis, 26 Maret 2020.

    Menurut dia, mereka yang diambil darahnya dalam rapid test corona antara lain orang dalam pemantauan (ODP), orang yang pernah berinteraksi dengan pasien dalam pengawasan (PDP), tokoh masyatakat, tokoh agama, dan orang yang memiliki interaksi sosial tinggi.

    Hasil rapid test Covid-19 itu akan diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Sabtu 28 Maret mendatang. Karena itu, Pemkot Bekasi menargetkan pemeriksaan cepat ini rampung pada Jumat. Adapun jumlah rapid test kit untuk Kota Bekasi sebanyak 2.000 unit.

    "Sabtu Pagi atau malam sudah bisa diumumin," kata Rahmat Effendi.

    Bagi yang terkonfirmasi positif, kata dia, pemerintah telah menyiapkan ruang isolasi di RSUD sebagai rumah sakit utama rujukan. Jika penuh, dibantu 10 rumah sakit rujukan tipe B. "Alternatif lain rumah sakit tipe C dan tipe D," kata dia.

    Kemungkinan terburuk, kata dia, pemerintah Bekasi telah menyiapkan Asrama Haji, Islamic Center, hingga Stadion Patriot sebagai rumah sakit darurat. "Mudah-mudahan yang darurat tidak sampai dipakai, makanya kami imbau masyarakat patuh dengan arahan pemerintah," kata dia.

    Imbauan itu adalah sosial distancing, menjaga kesehatan, tetap berada di rumah, dan selalu cuci tangan menggunakan sabun. Upaya ini adalah untuk memutus rantai penularan virus corona di masyarakat.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara