Pasien Corona Jakarta Naik, Sandiaga Uno Dukung Jakarta Lockdown

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga merayakan ulang tahun ayahnya, Razif Halik Uno ke-84 di kediamannya, Jakarta, Ahad, 1 Maret 2020. Instagram.

    Sandiaga merayakan ulang tahun ayahnya, Razif Halik Uno ke-84 di kediamannya, Jakarta, Ahad, 1 Maret 2020. Instagram.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wagub DKI Sandiaga Uno mendukung penutupan total atau lockdown kota Jakarta mengingat jumlah pasien corona Covid-19 terus bertambah. Namun Sandiaga meminta lock down dilakukan setelah pemerintah menyalurkan bantuan uang tunai kepada masyarakat. 

    "Karena begitu pegang uang cash, mereka akan lebih tenang dan tidak akan mencari rasionalitas keluar dari tempat tinggalnya karena harus mencari nafkah," ujar Sandiaga Uno dalam konferensi pers online, Kamis, 26 Maret 2020. 

    Sandiaga menyarankan skema lockdown di ibu kota Jakarta tidak menyeluruh alias hanya partial lock down. Ia menyarankan hanya daerah yang masuk dalam zona merah virus corona saja yang diperketat aturan keluar masuk warganya. 

    Sebagai mantan Wagub DKI, Sandiaga yakin pemerintah, khususnya Pemprov DKI, bisa dan siap melakukan hal ini karena pernah membuat skenario serupa.

    "Selama saya bertugas di DKI, sudah ada event seperti ini, sudah masuk ke dalam skenario planning kita," ujar Sandiaga. 

    Jumlah pasien positif corona Covid-19 terus meningkat sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Hingga hari ini, virus asal Wuhan itu telah menelan korban jiwa hingga 78 orang atau 9 persen dari 893 orang yang terinfeksi.

    Sandiaga Uno meyakini jumlah pasien Corona itu akan bertambah jauh lebih banyak, ketika pemerintah melakukan tes besar-besaran terhadap warganya. Apa lagi, sampai saat ini belum ada aturan yang tegas seperti lockdown dari pemerintah kepada warganya. "Oleh karena itu, harapan saya masyarakat kooperatif untuk stay at home," ujar mantan Wagub DKI itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara