Kafe Buka untuk Nongkrong, Polisi Kirim Laporan ke Pemprov DKI

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengimbau kepada warga untuk membubarkan diri di sebuah kafe di Jalan Karang Asem, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 23 Maret 2020. Petugas gabungan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP Kota Surabaya mengimbau warga yang berkerumun untuk membubarkan diri guna mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19). ANTARA

    Polisi mengimbau kepada warga untuk membubarkan diri di sebuah kafe di Jalan Karang Asem, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 23 Maret 2020. Petugas gabungan dari Kepolisian, TNI dan Satpol PP Kota Surabaya mengimbau warga yang berkerumun untuk membubarkan diri guna mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan petugas bakal mengirim laporan ke pemerintah daerah terkait kafe atau restoran yang masih membuat orang berkerumun di tempat usahanya saat situasi darurat virus corona.

    "Kita akan rekomendasikan kepada pemerintah, kan izinnya dari pemerintah daerah," kata Yusri saat dihubungi, Kamis, 26 Maret 2020.

    Menurut Yusri, pelaku usaha yang seperti itu berarti mengabaikan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing dan physical distancing. Menurut dia, polisi juga akan mengimbau agar pemilik usaha menerapkan sistem take away atau bungkus saja. "Nanti pemerintah daerah yang akan mengambil keputusan tentang rekomendasi tersebut," kata dia.

    Walau begitu, Yusri mengatakan bahwa polisi akan mengedepankan langkah pembubaran masa yang berkerumun, termasuk di kafe atau restoran. Menurut dia, petugas akan membubarkan massa di lapangan dengan prinsip persuasif humanis.

    "Kalau tidak mau bubar juga, kita lakukan tindakan tegas terukur dengan membawanya ke kantor polisi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara