Anies Baswedan Gerakkan PKK untuk Identifikasi Kelompok Rentan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) mendistribusikan secara simbolis 40 ribu APD tim medis di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 23 Maret 2020. Dok Humas Pemprov DKI.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) mendistribusikan secara simbolis 40 ribu APD tim medis di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 23 Maret 2020. Dok Humas Pemprov DKI.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan pengurus PKK, RT dan RW untuk mengidentifikasi warga yang rentan tertular wabah Covid-19 atau virus corona.

    "Kami menggerakkan lewat RT, RW dan PKK untuk membantu mengidentifikasi masyarakat yang berisiko tinggi," ujar Anies dalam konferensi pers daring di Balai Kota, Kamis 26 Maret 2020.

    Anies menyebutkan salah satu kelompok yang berisiko tertular adalah kelompok lansia, terutama yang mengidap penyakit bawaan seperti diabetes dan paru-paru. Menurut dia, tingkat kematian bagi kelompok tersebut cukup tinggi.

    Anies mengimbau masyarakat untuk memberikan perhatian lebih kepada orang tua, untuk dibantu. "Bagi orang tua jangan sampai bepergian, tidak harus ke luar rumah," ujarnya.

    Sebelumnya Anies menyebutkan 59 persen korban meninggal di Jakarta akibat COVID-19 atau virus Corona merupakan lansia yang berusia 60 tahun ke atas. "Data virus Corona di kami hari ini menunjukkan 59 persen dari yang meninggal usianya di atas 60 tahun," ujar dia.

    Anies mengingatkan untuk menghindari kontak fisik seperti salaman, memeluk atau mencium orang tua untuk sementara waktu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara