Tekan Wabah Corona, Wali Kota Larang Warga Bekasi ke Jakarta

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan Kartu Indonesia Anak ketika diluncurkan pada akhir Desember 2018. TEMPO/Adi Warsono

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menunjukkan Kartu Indonesia Anak ketika diluncurkan pada akhir Desember 2018. TEMPO/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi melarang warganya untuk bepergian ke Jakarta untuk menekan wabah Corona. Namun larangan tersebut hanya sebatas imbauan dan tak ada sanksi bagi yang melanggar.

    "Kami enggak ada lock (menutup akses ke Jakarta dan sebaliknya), tapi kalau melarang warga kami untuk tidak beraktivitas (ke Jakarta) karena posisinya semakin membahayakan wajar lah," kata Rahmat Effendi di Bekasi, Jumat, 27 Maret 2020.

    Rahmat meminta warganya menyadari bahaya yang timbul jika tetap beraktivitas ke Jakarta. Sebab, penyebaran virus Corona terjadi melalui interaksi yang berpotensi menimbulkan percikan atau droplet. "Sudahlah menyadari diri karena ini penyebarannya kan melalui interaksi," sebut dia.

    Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah. Artinya, menurut Rahmat, banyak warga Bekasi tidak lagi ke Jakarta untuk beraktivitas.

    "Hanya pada saat saya sidak ke terminal dan stasiun (awal pekan ini) frekuensinya masih tinggi. Masih 70.000-an yang ke Jakarta," tutur wali kota.

    Meski demikian, Rahmat tak bisa berbuat banyak. Sebab, pemerintah hanya bisa melarang dalam bentuk imbauan. Sebab Pemkot tidak bisa menjamin warga yang mencari nafkah di Jakarta.

    "Kalau di Jakarta disetop semua karena episentrumnya luar biasa, mereka enggak kerja. Kami minta isolasi, nah itu yang paling baik, itu yang kami harapkan," kata Rahmat Effendi.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.