Pemilihan Ditunda karena Corona, Begini Respons 2 Cawagub DKI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis. Dok.Tempo / Dok.Pribadi

    Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis. Dok.Tempo / Dok.Pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yakni Ahmad Riza Patria dan Nurmansjah Lubis menyambut positif penundaan pemilihan Wagub DKI karena wabah corona. Jadwal Sidang Paripurna Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta semula bakal dilangsungkan hari Jumat, 27 Maret 2020.

    Nurmansjah Lubis menyebutkan bahwa keputusan pengunduran tersebut adalah sesuatu yang tepat mengingat skala penularan Corona.

    "Kita harus mengedepankan kepentingan nasional. Apalagi Jakarta ini kan termasuk daerah warna merah. Jadi, saya sebagai kandidat, ini kan sudah instruksi presiden, jadi stay home diam di rumah, bekerja di rumah, beribadah di rumah. Masa kita ngotot pemilihan cawagub disegerakan. Sangat berbahaya risikonya virus Corona," kata Nurmansjah saat dihubungi di Jakarta, Jumat siang.

    Cawagub DKI dari Partai Gerindra Ahmad Riza Patria juga tidak masalah dengan penundaan tersebut. Menurutnya penundaan itu baik karena menyesuaikan dengan anjuran pemerintah untuk tidak berkegiatan secara berkelompok di tengah mewabahnya Virus Corona COVID-19.

    "Ya bagus, jadi kan kita sekarang fokus pada Corona. Soal jadwal kan yang menentukan DPRD bukan kita calon. Calon mengikuti saja DPRD yang memutuskan. Diputuskan ditunda tanggal enam ya gak masalah, bagus menurut saya," kata Riza saat dihubungi.

    Dengan adanya waktu lebih kurang sepekan hingga paripurna pemilihan Wagub DKI pada 6 April 2020, Nurmansjah mengatakan dirinya masih menjaga komunikasi bersama anggota DPRD DKI Jakarta dari jarak jauh melalui Skype, WhatsApp dan lain sebagainya, selain mematangkan visi-misi dan persoalan Jakarta.

    Namun demikian, Nurmansjah Lubis tidak yakin sidang paripurna bisa digelar pada 6 April mendatang. Alasannya, ada potensi tanggap darurat Corona diperpanjang akibat puncak wabah masih akan terjadi.

    "Tingkat puncaknya kan 5-10 Mei. Jadi masih panjang. Tak usah grasa-grusu. Wagub penting, tapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat ini bisa terjaga dengan baik," ucap calon dari PKS itu.

    Terkait wabah COVID-19, Nurmansjah mengatakan harus ada penyesuaian antara penanganan wabah dengan pembangunan Jakarta. "Ini kan biayanya besar, tak seperak dua perak biayanya. Jadi harus dialokasikan berapa triliun. Ini yang mungkin bisa jadi masukan buat pak gubernur," ujarnya.

    Menghadapi pemilihan Wagub DKI, Riza Patria mengatakan tidak ada persiapan khusus, karena sudah roadshow ke fraksi-fraksi untuk menyampaikan visi dan misi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). "Jadi sekarang kita menunggu saja waktu pemilihan. Sejauh ini saya optimis, Insya Allah," ucap dia.

    Hingga saat ini berdasar data yang diumumkan secara nasional, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif ada 1.046 kasus dan dari jumlah itu, 913 kasus masih dalam perawatan, 46 pasien sembuh dan 87 orang meninggal dunia. Jakarta masih menjadi daerah yang paling banyak kasus Corona dengan 598 kasus terkonfirmasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.