Kasus Corona Meningkat, Depok Bikin Kajian Lockdown

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas yang mengenakan APD lengkap mengukur suhu tubuh warga yang akan mengikuti rapid test virus Corona di Puskesmas Pengasinan, Depok, Jawa Barat, 27 Maret 2020. Sebanyak 2.400 alat rapid test disiapkan untuk warga Depok. TEMPO/Nurdiansah

    Petugas yang mengenakan APD lengkap mengukur suhu tubuh warga yang akan mengikuti rapid test virus Corona di Puskesmas Pengasinan, Depok, Jawa Barat, 27 Maret 2020. Sebanyak 2.400 alat rapid test disiapkan untuk warga Depok. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Depok – Jumlah pasien positif corona atau Covid-19 di Kota Depok meningkat signifikan.

    Data per tanggal 28 Maret 2020, jumlah pasien positif di Kota Depok sudah mencapai 29 kasus atau meningkat 8 kasus dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

    “Terkonfirmasi positif meninggal 3 orang, sembuh 4 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Sabtu 28 Maret 2020.

    Penambahan signifikan juga terjadi pada pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP).

    Jika pada tanggal 27 Maret 2020, PDP berjumlah 193, hari ini jumlah PDP sudah mencapai 272 kasus, dengan penyelesaian kasus 16 orang dan masih dalam pengawasan 256 orang.

    Orang Dalam Pemantauan (ODP) pada tanggal 27 Maret 2020 berjumlah 720, saat ini sudah mencapai 869 orang, selesai 187 orang dan masih dalam pemantauan 682 orang.

    “Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 12 orang,” kata Dadang.

    Melihat perkembangan kasus yang terus meningkat, Dadang mengatakan, pihaknya sedang mengkaji opsi local lockdown.

    “Dengan melihat perkembangan penyebaran COVID-19 demikian massive di Kota Depok saat ini, sudah seharusnya dilaksanakan karantina wilayah di Jabodetabek,” kata Dadang.

    Dadang mengatakan kewenangan untuk menyatakan suatu daerah memberlakukan lockdown untuk menghindari penyebaran kasus corona ada di tangan pemerintah pusat. " Kita buatkan kajiannya yang akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah,” ujarnya.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.