Dekat RSD Corona Wisma Atlet, Begini Kondisi Warga Sunter Agung

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan berbagai peralatan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menyiapkan berbagai peralatan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Berjarak 500 meter dari RS Darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran, warga Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, mengurangi aktivitas di luar rumah. Pada Sabtu siang, permukiman itu tampak sepi.     

    Ketua RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Nurus Shobah, mengatakan warganya memang berupaya beraktivitas di dalam rumah saja sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

    "Warga menerapkan tetap tinggal di rumah guna mencegah penyebaran COVID-19," ujarnya di Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.

    Nurus menjelaskan pihaknya menjelaskan imbauan demi imbauan telah disampaikan kepada seluruh komponen warga melalui grup WhatsApp dan pribadi serta Facebook.

    "Kami mengupayakan warga memahami dan maksimal untuk tetap di rumah dan menjaga jarak," kata Nurus.

    Dia menyatakan aktivitas warga untuk memenuhi kebutuhan pokok tetap berjalan normal. Disiplin menjaga jarak fisik dan penggunaan masker diterapkan saat keluar rumah agar terhindar dari COVID-19.

    "Warga menyadari langkah pencegahan COVID-19, apalagi jarak dari Wisma Atlet ke sini hanya sekitar 500 meter," jelasnya.

    Ke depannya, dia memastikan RW 05 yang terdiri dari 20 pengurus Rukun Tetangga (RT) ini pun akan membentuk satuan tugas (Satgas) guna memonitor aktivitas warga, terutama menjaga tiga pintu masuk utama dari warga luar yang berpotensi mengundang aktivitas kerumunan.

    Lurah Sunter Agung Danang Wijanarko menyatakan sosialisasi dan imbauan itu berdasarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 23 Tahun 2020 tentang optimalisasi, antisipasi dan pencegahan penularan virus corona (COVID-19) dengan menjaga jarak aman antar warga dalam bermasyarakat di lingkungan masyarakat.

    "Sosialisasi pencegahan penularan virus corona COVID-19 ke lingkungan masyarakat termasuk ke tempat keramaian seperti pasar. Informasi yang disampaikan ini harus segera dilaksanakan agar terhindar dari penyebaran virus corona," kata Danang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.