Wabah Corona Tekan Bisnis Hotel, PHRI Bogor: Kondisi Terburuk

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mendaftar dirinya untuk tinggal di salah satu hotel milik BUMD DKI, yang ditunjuk menjadi tempat tinggal tim medis yang bertugas dalam penanggulangan wabah Virus Corona. Gubernur DKI Jakarta Aneis Baswedan menjadikan 4 hotel milik DKI sebagai tempat tinggal sementara bagi petugas medis corona. Satu di antaranya adalah Hotel Grand Cempaka Business milik BUMD Jakarta, PT. Jakarta Tourisindo. Dok Humas Pemprov DKI

    Petugas medis mendaftar dirinya untuk tinggal di salah satu hotel milik BUMD DKI, yang ditunjuk menjadi tempat tinggal tim medis yang bertugas dalam penanggulangan wabah Virus Corona. Gubernur DKI Jakarta Aneis Baswedan menjadikan 4 hotel milik DKI sebagai tempat tinggal sementara bagi petugas medis corona. Satu di antaranya adalah Hotel Grand Cempaka Business milik BUMD Jakarta, PT. Jakarta Tourisindo. Dok Humas Pemprov DKI

    TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis hotel di Kota Bogor memasuki kondisi terburuk karena tingkat hunian hotel menurun sangat tajam dari sekitar 70 persen menjadi sekitar lima persen.

    "Saya sejak aktif di bisnis hotel sekitar 11 tahun lalu, saat ini adalah kondisi terburuk," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Kota Bogor Yuno Abeta Lahay kepada ANTARA di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin 30 Maret 2020.

    Bisnis hotel dan restoran di Kota Bogor ikut terdampak setelah pemerintah pusat menerbitkan protokol yang melarang kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, termasuk kegiatan rapat di hotel.

    Pemerintah pusat juga terus mengingatkan agar masyarakat melakukan isolasi mandiri dengan berada di rumah dan menjaga jarak soal atau social distancing.

    Pemerintah Kota Bogor juga telah menerbitkan surat edaran imbauan wali kota Bogor perihal penghentian sementara kegiatan perkantoran guna pencegahan penyebaran COVID-19 pada 23 Maret 2020.

    Menurut Yuno, akibat kondisi bisnis hotel yang buruk saat ini dan surat edaran dari wali kota Bogor sehingga sejumlah pengusaha hotel memilih menutup sementara kegiatan operasional hotelnya.

    "Sampai saat ini ada sekitar 30 hotel anggota PHRI yang memilih menutup sementara kegiatan operasional hotelnya," katanya.

    Saat ini akibat wabah corona, tingkat hunian hotel menurun tajam, bahkan tinggal sekitar 5-7 persen. "Sangat menyedihkan," katanya.

    Kondisi saat ini lebih buruk daripada kondisi lima tahun lalu ketika pemerintah menerbitkan surat edaran yang melarang instansi pemerintah menyelenggarakan rapat di hotel, yakni masih sekitar 15-20 persen

    Di sisi lain, kata dia, PHRI juga berkomitmen mendukung langkah pemerintah untuk bisa segera mengatasi pandemi virus corona.

    "Penutupan sementara operasional hotel itu berat bagi pengusaha hotel, tapi kami komit untuk mendukung pemerintah," katanya.

    Untuk penutupan sementara operasional hotel ini karena wabah corona, pengusaha hotel meminta kompensasi kepada Pemerintah Kota Bogor untuk memberikan insentif, yakni perpanjangan batas waktu pembayaran pajak selama tiga bulan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.