Update Pasien Corona di Wisma Atlet Bertambah Jadi 413 Orang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Tower 6 nantinya akan dimanfaatkan sebagai rumah sakit yang terdiri dari 24 lantai. Menara yang akan digunakan sebagai tempat isolasi itu dapat menampung sekitar 1.750 pasien virus Corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. Tower 6 nantinya akan dimanfaatkan sebagai rumah sakit yang terdiri dari 24 lantai. Menara yang akan digunakan sebagai tempat isolasi itu dapat menampung sekitar 1.750 pasien virus Corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien yang menjalani perawatan di RS Darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran bertambah 2 orang. Sebelumnya, pasien yang dirawat di sana berjumlah 411 orang. 

    "Sampai Selasa, 31 Maret 2020 pukul 08.00, jumlahnya menjadi 413 orang dengan rincian 253 pria & 160 wanita," ujar Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) RS Darurat Wisma Atlet, Laksamana Madya TNI Yudo Margono Selasa, 31 Maret 2020.

    Yudo menjelaskan 413 orang itu terdiri dari 232 orang PDP, 80 orang ODP, serta pasien positif corona 101 orang. Para pasien itu merupakan rujukan dari berbagai macam rumah sakit, tak khusus dari rumah sakit rujukan pemerintah saja.

    Pada Senin kemarin, seorang pasien positif virus corona meninggal dunia di RS Darurat Corona Wisma Atlet. Pasien berinisial R, 23 tahun, menjalani perawatan sejak Selasa, 24 Maret 2020 dan kondisinya mengalami penurunan sejak kemarin.

    Dokter dan tim ahli mendaftarkan pasien itu untuk menjalani perawatan di RS Fatmawati atau RSPAD Gatot Subroto. Namun, kondisi pasien itu semakin memburuk. Tim dokter sudah mengerahkan segala kemampuan untuk menyelamatkan pasien itu, namun nyawanya tidak tertolong. 

    "Berdasarkan diagnosis, pasien itu meninggal dunia karena gagal nafas, pneumonia, syok hipovolemic dd, syok sepsis, serta hematemesis," ujar Komandan Satuan Tugas Kesehatan RS Darurat Covid-19, Brigadir Jenderal TNI dr Agung Hermawanto. 

    Sebelumnya, pada Minggu, 29 Maret 2020, dua pasien virus corona yang terdiri atas perempuan berusia 72 tahun dan lelaki berusia 47 tahun juga meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.