Cegah Penyebaran Corona, Warga Jatipulo Pasang Pagar Pembatas

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan memasuki kawasan RW04 Cipinang Melayu, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, masyarakat setempat menutup sebagian akses di wilayah itu karena ada satu warga yang berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Warga berjalan memasuki kawasan RW04 Cipinang Melayu, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, masyarakat setempat menutup sebagian akses di wilayah itu karena ada satu warga yang berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelurahan Jatipulo Palmerah, Jakarta Barat, memasang pagar pembatas dekat RW 01 Kelurahan Kota Bambu Utara untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

    Lurah Jatipulo Denny Aputra mengatakan pagar pembatas tersebut dipasang pada Sabtu, 28 Maret 2020, atas musyawarah warga dan restu Camat Palmerah. "Sebab RW 01 Kota Bambu Utara termasuk RW yang masuk zona merah COVID-19," kata Denny di Jakarta, Selasa.

    Denny menyebutkan di RW 01 Kelurahan Kota Bambu Utara, telah ada empat orang warga positif virus corona.

    Untuk itulah kawasan RW 10, wilayah yang berbatasan dengan Kelurahan Kota Bambu Utara, dibatasi agar anjuran pemerintah untuk karantina mandiri berjalan efektif. "Makanya dipasang pagar ini seperti instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Barat tentang isolasi mandiri," ujar dia.

    Hal tersebut menyebabkan sejumlah akses warga berubah. Bagi warga RW 01 Kota Bambu Utara, mereka harus berputar masuk dari Jalan KS Tubun atau Jalan S Parman.
    Sedangkan warga RW10 Jatipulo dapat mengakses Jalan Tomang Raya untuk masuk ke wilayah tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.