Tutup karena Corona, Target Pengunjung Ragunan Direvisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    Pengunjung mengamati Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) saat berlibur di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Rabu, 25 Desember 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan akan merevisi target jumlah pengunjung tahun 2020 karena dampak penutupan sementara untuk mencegah corona COVID-19.

    "Sementara ini masih dalam pembahasan, apa langkah-langkah berikutnya, karena kasus ini masuknya isu nasional bahkan global, wabahlah ini namanya," kata Kepala Satuan Pelaksana Promosi Ragunan Ketut Widarsono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 31 Maret 2020.

    Kebun Binatang Ragunan telah melakukan penutupan layanan kunjungan sejak tanggal 14 Maret, yang diperpanjang hingga tanggal 12 April 2020.

    Selama ditutup Ragunan tidak menerima kunjungan wisatawan, sementara itu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut tetap diberi target pendapatan.

    "Pendapatan kita maksudkan jumlah kunjungan, tetap dimaksimalkan dari sisi jumlah pengunjung," katanya.

    Tahun 2020 ini, jumlah pengunjung Ragunan ditargetkan sebesar 5 juta pengunjung. Jumlah ini tidak terlalu berbeda dengan target tahun 2019 di mana realisasinya sebesar 5,5 juta pengunjung.

    Realisasi target kunjungan tahun 2019 tercapai dalam kurun waktu satu tahun. Sementara di tahun 2020, terjadi penutupan sementara yang memakan waktu kurang lebih satu bulan dan kemungkinan bisa diperpanjang seiring meluasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia umumnya dan Jakarta khususnya.

    Sementara itu, momen-momen penyumbang tertinggi kunjungan wisata di Ragunan terjadi pada hari libur nasional seperti libur sekolah, lebaran, natal dan tahun baru.

    "Di hari-hari raya seperti Idul Fitri, tahun baru dan natal, momen besar itu dan itu sangat mendongkrak jumlah pengunjung," katanya.

    Dalam satu hari di momen libur tersebut, Ragunan bisa mendapatkan 160 ribu pengunjung dalam keadaan normal itu terjadi pada momen tahun baru.

    "Belum lagi hari Raya Idul Fitri jedanya lama, bisanya kita hitung 7-10 hari, bisa mencapai 700 ribu pengunjung, sangat signifikan menyumbang hari libur, belum lagi libur sekolah," kata Ketut.

    Dengan adanya social distancing pada masa tanggap darurat corona ini, Ragunan akan membahas revisi target kunjungan 2020 dengan mempertimbangkan bencana global yang sedang dihadapi. "Pembahasan dilakukan dalam rapat internal seksi antara pimpinan dan seksi terkait," kata Ketut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.