Anies Baswedan Minta Kebijakan PSBB Terintegrasi di Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana usai rapat terkait kewaspadaan penularan virus Corona, di Kantor Dinas Pendidikan DKI, Jakarta Selatan, Kamis 19 Maret 2020. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana usai rapat terkait kewaspadaan penularan virus Corona, di Kantor Dinas Pendidikan DKI, Jakarta Selatan, Kamis 19 Maret 2020. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan agar penanggulangan wabah Corona di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) terintegrasi karena berada di tiga provinsi.

    "Hal penting di sini terkait penanganan sebagai satu kesatuan karena Jabodetabek itu satu epicenter. Kalau tidak ada penanganan terintegrasi maka akan repot," ujar Anies saat rapat daring dengan Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin, Kamis, 2 April 2020.

    Anies mengusulkan adanya kebijakan tersendiri untuk penanggulangan wabah Corona di Jabodetabek karena berada di tiga provinsi Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah tentang PSBB, Gubernur hanya berhak mengatur dalam satu provinsi.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini menyebutkan salah satu hal yang dikhawatirkan saat ini, yaitu pergerakan masyarakat ke luar dari Jakarta. Dia pun sudah mengajukan untuk pembatasan layanan bus antarkota ke Kementerian Perhubungan.

    Anies menyebutkan usulan tersebut akan disertakan dalam surat kepada Menteri Kesehatan terkait pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk Jakarta. "Jadi langkah besar kami ke depan laksanakan PP 21. Jadi kami kirim surat ke Menteri Kesehatan untuk segera tetapkan PSBB untuk DKI," ujarnya.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.